Loading...

Tentang Kami

Sekilas PT Kereta Commuter Indonesia

PT KAI Commuter Jabodetabek sejak tanggal 19 September 2017 telah berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengelola KA Commuter Jabodetabek dan sekitarnya. KCJ dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menteri Negara BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008. Perubahan nama menjadi KCI tertuang dalam risalah Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 7 September 2017 yang juga telah mendapat Persetujuan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia atas Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dengan Nomor Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0019228.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 19 September 2017.

Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi masalah transportasi perkotaan yang semakin kompleks. Perseroan ini resmi menjadi anak perusahaan PT KERETA API INDONESIA (Persero) sejak tanggal 15 September 2008.

Kehadiran KCI dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Dimulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh PT KAI (Persero), yang terpisah dari PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta.

Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT KAI (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek sementara pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT KAI Daop 1 Jakarta.

Dan akhirnya PT KAI (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KCJSetelah menjadi perseroan terbatas, perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

KCI Memulai modernisasi angkutan KRL pada tahun 2011 dengan menyederhanakan rute yang ada menjadi lima rute utama, penghapusan KRL ekspres, penerapan kereta khusus wanita, dan mengubah nama KRL ekonomi-AC menjadi kereta Commuter Line. Proyek ini dilanjutkan dengan renovasi, penataan ulang, dan sterilisasi sarana dan prasarana termasuk jalur kereta dan stasiun kereta yang dilakukan bersama PT KAI (persero) dan Pemerintah.

Pada 1 Juli 2013. KCI mulai menerapkan sistem tiket elektronik (E-Ticketing) dan sistem tarif progresif. Penerapan dua kebijakan ini menjadi tahap selanjutnya dalam modernisasi KRL Jabodetabek.

Hingga Agustus 2017, KCI telah memiliki 758 unit KRL, dan akan terus bertambah. Sepanjang tahun 2016, KCI telah melakukan penambahan armada sebanyak 60 kereta. Hal ini untuk memenuhi permintaan penumpang yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Hingga Agustus 2017, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai 993.804 pengguna pada hari kerja, dengan rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari adalah 1.065.522. Sebagai operator sarana, kereta Commuter Line yang dioperasikan KCI saat ini melayani 75 stasiun di seluruh Jabodetabek, Banten dan Cikarang dengan jangkauan rute mencapai 418,5 km.

Dengan mengusung semangat dan semboyan Best Choice for Urban Transport , KCI saat ini terus bekerja keras untuk memenuhi target melayani 1,2 juta penumpang per hari dengan kekuatan armada KRL hingga 1.450 unit pada tahun 2019.

web-baru-43

Armada Commuter Line Yang Handal Menjadi Salah Satu Moda Transportasi Utama di Jabodetabek

Menuju 100 Tahun KRL Jabodetabek

Wacana elektrifikasi jalur kereta api di Jakarta dan sekitarnya telah dilakukan oleh para pakar dari perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staats Spoorwegen (SS) sejak tahun 1917. Elektrifikasi ini diyakini akan menguntungkan secara ekonomi. Elektrifikasi pertama kali dilakukan untuk lintas Tanjungpriok- Meester Cornelis (Jatinegara). Proyek yang dimulai tahun 1923 ini selesai pada 24 Desember 1924.

 

Untuk mendukung elektrifikasi, Dinas Tenaga Air dan Listrik kala itu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) “Oebroeg” /Ubrug dan PLTA “Kratjak” /Kracak di wilayah Sukabumi. Listrik selanjutnya mengalir ke Gardu Induk Ancol dan Jatinegara. Sementara listrik dari PLTA Kracak juga mendukung suplai LAA lintas Manggarai-Bogor melalui Gardu Induk Depok dan Kedungbadak (Bogor).

 

Pemerintah Hindia Belanda selanjutnya membeli sejumlah lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api. Lokomotif yang dibeli adalah seri 3000 buatan SLM (Swiss Locomotive & Machineworks)- BBC (Brown Baverie Cie), seri 3100 buatan AEG (Allgemaine Electricitat Geselischaft) Jerman, seri 3200 buatan Werkspoor Belanda, serta KRL (Kereta Rel Listrik) buatan pabrik Westinghouse dan General Electric.

 

Peresmian elektrifikasi jalur Tanjungpriok – Meester Cornelis kemudian dilakukan bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun ke-50 SS pada April 1925. Elektrifikasi kemudian berlanjut dengan mengoperasikan lintas Batavia (Jakarta Kota)-Kemayoran, dan Meester Cornelis (Jatinegara)-Manggarai-Koningsplein (Gambir)-Batavia (Jakarta Kota).

 

Sejak 1 Mei 1927, di Kota Batavia  melintas KRL yang mengelilingi kota (ceintuur-baan). Tahun 1930, untuk pertama kalinya jalur KRL Batavia (Jakarta Kota)-Buitenzorg (Bogor) beroperasi. Hingga tahun 1939, telah ada sebanyak 72 perjalanan KRL melintasi jalur lingkar Batavia dan Manggarai-Bogor.

 

Setelah Indonesia merdeka, lokomotif listrik masih beroperasi di sekitar Jakarta.  Namun akhirnya usia kereta yang telah mencapai setengah abad , dan tidak ada penambahan lokomotif listrik baru, membuat transportasi dengan lokomotif listrik tidak lagi memadai. Perkeretaapian Jabodetabek kemudian mulai akrab dengan rangkaian KRL buatan Jepang yang mulai beroperasi tahun 1976.

 

Seiring dengan konsep pengembangan KRL Jabodetabek dan sekitarnya, PT KAI (Persero) membentuk anak perusahaan yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang ditugaskan menjadi operator sarana KRL.

PT KCJ yang kini berganti nama menjadi KCI dibentuk menggantikan Divisi Jabodetabek PT KAI sebagai pengelola KRL pada tahun sebelumnya.

Kini KRL Commuter Line semakin menjadi moda transportasi andalan masyarakat perkotaan untuk mobilitas yang aman, nyaman, dan bebas macet.

web-baru-20

Lokomotif Listrik “Bonbon”, cikal-bakal KRL Jabodetabek

1. Pengoperasian KRL Dengan Formasi 12 Kereta
Pengoperasian KRL dengan satu rangkaian terdiri dari 12 kereta mulai hadir pada 16 September 2016. PT KCI mengoperasikan KRL dengan rangkaian yang lebih panjang untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa Commuter Line yang jumlahnya semakin meningkat. Hingga pertengahan tahun 2017, KRL dengan formasi 12 kereta ini telah melayani masyarakat di lintas Bogor – Jakarta Kota dan Bekasi – Jakarta Kota.

web-baru-33

Armada KRL Commuter Line dengan Formasi Satu Rangkaian Terdiri dari 12 Kereta

2. Aplikasi KRL Access
PT KCI kembali berinovasi dengan mengeluarkan aplikasi KRL Access yang merupakan penyempurnaan dari aplikasi info KRL. Fitur baru yang ditawarkan KRL Access semakin memudahkan pengguna jasa kereta Commuter Line, selain dapat mengetahui posisi kereta dan jadwal keberangkatan. Aplikasi ini menyatukan seluruh akses informasi dari media sosial KCI ke dalam satu platform. Melalui KRL Access, pengguna juga bisa mendaftar untuk mendapatkan notifikasi langsung ke ponselnya saat ada informasi terkini seputar kondiri lintas KRL. KRL Access dapat diunduh di Play Store dan Appstore.

 

print-ad-krl-access-kcj-fix-07-08-16-fa

KRL Access

3. Vending Machine (C-VIM)
Mulai 27 Desember 2015 Commuter Vending Machine (C-VIM) hadir di stasiun agar pengguna dapat menentukan rencana perjalanannya sendiri. Vending machine ini dilengkapi fitur layanan isi ulang Kartu Multi Trip (KMT), layanan pembelian Tiket Harian Berjaminan (THB) dan pembelian THB PP, layanan isi ulang THB dan refund THB. Hadirnya vending machine ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transaksi pengguna jasa kereta Commuter Line yang kian hari semakin meningkat.

website-baru1

Commuter Vending Machine (C-VIM) dengan Teknologi Terdepan Di Indonesia

4. Kereta Khusus Wanita (KKW)
Inovasi kereta khusus wanita hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna KRL, khususnya wanita yang ingin menggunakan Commuter Line tanpa berbagi ruang dengan laki-laki. KKW mulai berlaku sejak 1 oktober 2012 dengan kereta pertama dan terakhir dalam setiap rangkaian kereta khusus untuk penumpang wanita. Dengan hadirnya kereta khusus wanita ini diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wanita yang menggunakan Commuter Line.

web-baru-18

Kereta Khusus Wanita

5. Announcer Stasiun
Dalam rangka memberikan layanan yang maksimal bagi pengguna jasa Commuter Line, PT KCI menghadirkan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi penumpang dengan menugaskan announcer di setiap stasiun. Announcer bertugas memberi informasi khususnya terkait jadwal keberangkatan dan posisi kereta yang akan masuk stasiun. Inovasi announcer stasiun ini dimulai sejak Agustus 2010.

6. Tempat Duduk Prioritas
Demi menjaga kenyamanan penumpang, KRL menyediakan tempat duduk prioritas yang diperuntukkan bagi lansia, ibu membawa balita, wanita hamil, dan pengguna dengan disabilitas. Tempat duduk prioritas ini disediakan di ujung setiap kereta, dan mulai tahun 2016 tersedia pula di peron stasiun. Diharapkan dengan adanya tempat duduk prioritas ini, penumpang dengan kebutuhan khusus dapat lebih nyaman menggunakan Commuter Line.

web-baru-30

Prioritaskan Tempat Duduk Bagi Mereka Yang Lebih Membutuhkan

7. E-Ticketing
Sejak 1 juli 2013 PT KCI mulai menerapkan e-ticketing menggantikan tiket kertas, dalam rangka meningkatkan pelayanan Commuter Line. Dengan sistem e-ticketing, pengguna Commuter Line dapat lebih tertib dan nyaman melakukan perjalanan. E-ticket ini dibagi menjadi dua macam yaitu Kartu Multi Trip (KMT) dan Tiket Harian Berjamin (THB). Tiket elektronik ini lebih efisien dan mudah untuk digunakan, mengurangi limbah kertas yang merusak lingkungan, serta sejalan dengan kebijakan pemerintah mewujudkan cash-less society.

web-baru-37

E-Ticketing di Stasiun KRL Jabodetabek

8. Petugas Pelayanan KRL (PPK)
Pelayanan adalah hal yang paling utama. Karena itu PT KCI kembali memberikan inovasi di bidang pelayanan dengan menugaskan petugas pelayanan KRL yang siap membantu para penumpang KRL dengan memberikan informasi selama perjalanan. PPK yang melayani di rangkaian KRL sejak Februari 2014 juga bertugas membantu masinis apabila terjadi gangguan teknis dalam perjalanan, serta melayani buka tutup pintu saat penumpang turun dan naik di stasiun.

9. Sistem Informasi Penumpang (SIP)
Demi memenuhi kebutuhan informasi seputar KRL, inovasi sistem informasi penumpang pun disediakan PT KCI mulai 16 oktober 2014. Sistem informasi penumpang ini meliputi informasi posisi KRL secara real time, informasi jadwal KRL, dan peta rute KRL dalam layar digital di dalam rangkaian kereta.

web-baru-12

Kereta Commuter Line yang Dilengkapi dengan Sistem Informasi Penumpang

10. Gelang Multi Trip (GMT) dan Gantungan Kunci Multi Trip (YMT)
Membuat perjalanan menjadi mudah dan nyaman adalah salah satu alasan PT KCI untuk terus berinovasi meningkatkan pelayanannya, tak terkecuali dengan membuat variasi bentuk E-ticket agar penumpang KRL lebih mudah saat tap in dan tap out. Pada 3 Februari 2015 KCI mengeluarkan Kartu Multi Trip berbentuk gelang dan gantungan kunci yang lebih mudah dibawa dan dipakai dalam perjalanan. Gelang dan gantungan kunci ini dirancang agar penumpang KRL tidak perlu khawatir kehilangan kartunya.

GMT---YMT

Varian Gelang dan Gantungan Kunci Multi Trip

Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh:

  1. GCG Code
  2. Pedoman Pengendalian Gratifikasi
  3. Pedoman Whistleblowing System
  4. Board Manual

KODE ETIK DAN ETIKA BISNIS

Sebagai bagian dari penerapan pembangunan budaya dan karakter Perseroan PT Kereta Commuter Indonesia berkomitmen untuk mencapai visi dan misi Perseroan dengan menerapkan salah satunya adalah praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) melalui penerapan Kode Etik Perseroan. Kode Etik Perseroan ini merupakan salah satu wujud komitmen Insan Perseroan dalam menerapkan Budaya Perseroan PT Kereta Commuter Indonesia dengan nilai yaitu Integrity (Integritas), Caring (Peduli), Commitment (Komitmen), Capable (Mampu), Confident (Percaya Diri), dan Proud (Bangga). Etika dan perilaku dari nilai-nilai moral berdasarkan budaya Perseroan dan semangat GCG diharapkan dapat membawa Perseroan ini menjadi Perseroan yang memiliki integritas tinggi, peduli dalam memberikan pelayanan yang semakin baik, komitmen kepada semua pihak yang terkait, dengan didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang capable sehingga menjadikan Perseroan ini menjadi kebanggaan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Kode ini disusun untuk menjadi acuan perilaku bagi : 1. Insan Perusahaan : Pemegang Saham, Komisaris, Direksi, dan Jajaran Manajemen. 2. Pegawai. 3. Penumpang/Konsumen/Customer, Rekanan, dan untuk semua pihak yang terlibat dalam Perseroan ini. Dan harus dimengerti, dipahami, disadari, dan dipatuhi sebagai wujud tanggung jawab terhadap Kode Etik Perseroan, Peraturan, dan Perundang-undangan yang berlaku untuk menjamin dan menjaga usaha ini berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. KCI percaya dengan meletakkan etika dan perilaku yang baik, secepatnya mampu membawa Perseroan ini menjadi Perseroan yang membanggakan dan terbaik di negara ini bahkan dihormati oleh negara lain. Kode Etik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) disahkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. SK-225/KCJ/DIRHRD/VIII/2010 dan ditandatangani oleh Direktur Utama KCI pada tanggal 23 Agustus 2010, yang kemudian dilakukan pembaharuan melalui Surat Keputusan Direksi No. SK.029/ CU/KCJ/VII/2014 tanggal 14 Juli 2014.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN PEGAWAI

KCI memperlakukan pegawai secara setara dan tidak membedakan suku, agama, ras, dan jenis kelamin dalam segala aspek. Pegawai Perseroan tidak membedakan dan tidak boleh dikenakan tindakan diskriminasi karena alasan kesukuan, latar belakang etnis, agama, warna kulit, jenis kelamin, usia, senioritas, pendapat politik, keanggotaan serikat, dan status sosial. KCI tidak mempekerjakan tenaga kerja anak-anak atau di bawah umur.

KCI menjamin semua aspek kondisi kerja dan lingkungan (kesehatan, keamanan, kenyamanan, keselamatan) serta hak pegawai sesuai peraturan Perseroan dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI mendukung peningkatan komprehensif pegawai seluas-luasnya sehingga mampu mendukung Perseroan untuk kompetitif dalam menghadapi perkembangan global. Pegawai Perseroan dituntut dapat berpartisipasi dan berperan aktif untuk meningkatkan produktivitas kerja melalui hubungan yang dinamis, harmonis, serasi, dan seimbang antara Perseroan dan pegawai. KCI mengakui nilai dari pegawai yang beragam dan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja Perseroan dengan menetapkan reward kepada pegawai yang berpotensi dan punishment kepada pegawai yang melanggar prosedur.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN KONSUMEN

KCI mengutamakan kepuasan dan kepercayaan konsumen berdasarkan 4 pilar utama misi perusahaan: 1. Keselamatan 2. Ketepatan waktu 3. Pelayanan 4. Kenyamanan KCI terus menerus melakukan pengukuran kepuasan konsumen dalam rangka perbaikan terus menerus dalam aspek pelayanan kepada konsumen. KCI membuka layanan konsumen dan setiap karyawannya yang terkait menindaklanjuti keluhan konsumen secara cepat dan responsif tanpa diskriminasi. KCI mengembangkan teknologi monitoring operasional perjalanan commuter sebagai bagian dari layanan kepada konsumen. KCI mengembangkan prosedur dan mekanisme kerja untuk memastikan bahwa setiap keluhan yang diterima dapat diselesaikan secara komprehensif, sesuai dengan Etika Perusahaan, peraturan, dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI melindungi hak-hak konsumen sesuai dengan peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI mendukung prinsip ISO 9001 yang berfokus pada kepuasan pelanggan dan perbaikan terus menerus. Insan Perseroan harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen sesuai dengan Peraturan Perseroan, Etika Perseroan dan Perundang-undangan yang berlaku dalam rangka memenuhi kepuasan konsumen.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN MASYARAKAT

KCI menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan mengedepankan prinsip moral dan etika untuk mencapai suatu hasil terbaik, tanpa merugikan kelompok masyarakat lainnya. KCI menyediakan dana dalam mendukung tanggung jawab sosial, yang dituangkan dalam kebijakan, untuk memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat berdasarkan anggaran, Peraturan Perseroan, etika, dan Perundang-undangan yang berlaku. Insan Perseroan dilarang memberikan janji-janji kepada masyarakat (pihak ketiga) di luar kewenangan dalam penyaluran program pemberdayaan masyarakat.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN LINGKUNGAN

KCI berupaya keras untuk meminimalkan dampak lingkungan dan menjadi Perseroan yang ramah lingkungan. KCI meningkatkan kesadaran lingkungan kepada semua pegawai. KCI menerapkan standar kerja dengan memerhatikan hasil Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. KCI akan berusaha mengembangkan teknologi terbaik untuk penanganan energi dan sumber daya yang berdampak pada masalah lingkungan. Insan Perseroan dilarang merokok di sembarang tempat sesuai dengan aturan yang berlaku. Insan Perseroan harus membuang sampah pada tempatnya dan dilarang membuang sampah sembarangan.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN REKANAN

KCI menjamin pelaksanaan kompetisi yang transparan, adil, setara, dan wajar, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan dalam pengadaan barang dan jasa. KCI menerapkan teknologi pengadaan (e-procurement) barang dan jasa untuk transparansi pengadaan barang dan jasa. KCI menetapkan rekanan berdasarkan kemampuan dan sesuai dengan Etika Perseroan, Peraturan Perseroan serta Perundang-undangan yang berlaku. Insan Perseroan tidak diperbolehkan menerima/tatap muka dengan rekanan di ruang kerja kecuali di ruang tamu dan ruang rapat. KCI menjatuhkan sanksi yang tegas kepada rekanan yang tidak memenuhi ketentuan yang telah disepakati bersama dan melanggar peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI menjamin dan meningkatkan iklim kebersamaan, menghargai, saling percaya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama, Etika Perusahaan, peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI melarang praktik dan tindakan-tindakan yang dikategorikan sebagai bentuk melawan hukum, nepotisme, kolusi, suap, gratifikasi/hadiah, dan korupsi. KCI mendukung penerapan Praktik GCG yang ditetapkan oleh Pemerintah. Insan Perseroan dilarang memberikan atau menerima janji-janji kepada rekanan, meluluskan rekanan dalam rangka mengambil keuntungan pribadi, Conflict of Interest, nepotisme, kolusi, suap, gratifikasi/hadiah, dan korupsi. Insan Perseroan dilarang memberikan atau menerima sesuatu kepada atau dari pihak manapun juga yang menurut sifatnya langsung atau tidak langsung berkaitan dengan jabatan atau pekerjaanya.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN PEMERINTAH

KCI mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai fungsi Pemerintah baik Pusat maupun Daerah berlandaskan pada standar etika dan komunikasi efektif dengan memerhatikan peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

ETIKA PERUSAHAAN DENGAN MEDIA MASSA

KCI memberikan informasi-informasi yang akurat, dapat dipahami, relevan, dan berimbang yang diperlukan oleh masyarakat kepada media massa dan berbagai komunitas publik lainnya. KCI mengembangkan dan memonitor informasi-informasi yang disampaikan oleh media massa dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dan perbaikan terus menerus dengan tetap memerhatikan aspek biaya, risiko, Etika Perusahaan, peraturan, dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI melarang segala yang tidak pantas, melanggar peraturan dan Perundang-undangan yang terkait dengan Informasi dan Teknologi atas sistem, telepon, email, situs web, koneksi internet, dan perangkat elektronik lainnya. KCI menjalin kerjasama yang setara, seimbang, dan saling mendukung dengan prinsip-prinsip keterbukaan yang bertanggung jawab. KCI dalam memberikan informasi kepada media massa dilakukan oleh pejabat yang berwenang untuk menghindari adanya informasi yang tidak sesuai dan saling bertentangan.

STANDAR PERILAKU

Penerimaan dan Pemberian Suap (Hadiah/ Gratifikasi/Cinderamata) Komisaris, Direksi, Jajaran Manajemen, dan pegawai Perseroan tidak diperkenankan terlibat dalam tindakan menawarkan, meminta, menerima, dan memberi suap, hadiah/gratifikasi/cinderamata dari rekanan atau pihak lain yang berkepentingan dengan Perseroan. Dalam kondisi tidak dapat dihindari, Insan Perseroan diperbolehkan dengan batasan menerima atau memberi hadiah dan sumbangan dari atau kepada pihak lain, dengan ketentuan : 1. Tidak boleh dari rekanan; 2. Tidak boleh berbentuk uang; 3. Diperkenankan berupa cinderamata dalam bentuk promosi budaya/kerajinan Indonesia atau ciri khas Perseroan/induk Perseroan dari Perseroan, karangan bunga, atau bingkisan makanan; 4. Nilai cinderamata/karangan bunga yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak lain tidak lebih dari Rp5.000.000,- ; 5. Wajib melaporkan hal tersebut kepada Departemen Kepatuhan dan/atau menyerahkan penggunaannya kepada Perseroan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dalam hal penerimaan hadiah berupa biaya perjalanan dinas oleh pihak sponsor dapat diterima sepanjang memenuhi ketentuan. Penerimaan dan pemberian hadiah/cindreamata/biaya perjalanan dinas oleh pihak sponsor tersebut harus : 1. Tidak memengaruhi pengambilan keputusan. 2. Tidak ada kepentingan pribadi 3. Tidak ada unsur suap dan menimbulkan penafsiran suap. 4. Tidak ada kewajiban untuk memberikan balasan. 5. Tidak ada imbalan agar mendapat/memberi perlakuan khusus. 6. Mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam kebijakan Perseroan

Perjamuan/Hiburan Insan Perseroan diperkenankan untuk memberi atau menerima pemberian dalam bentuk perjamuan atau hiburan yang pantas dan tidak melanggar susila, apabila hal tersebut dilakukan dalam rangka menjalin dan memelihara hubungan baik. Bentuk perjamuan dan hiburan yang dinilai pantas adalah makan dan minum di tempat-tempat yang tidak memiliki citra negatif dan layak bagi pencitraan Perseroan. Penerimaan dan pemberian perjamuan/hiburan tersebut harus: 1. Tidak memengaruhi pengambilan keputusan 2. Tidak ada kepentingan pribadi 3. Tidak ada unsur suap dan menimbulkan penafsiran suap 4. Tidak ada kewajiban untuk memberikan balasan 5. Tidak ada imbalan agar mendapat/memberi perlakuan khusus 6. Mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam kebijakan Perseroan

POTONGAN HARGA

Potongan harga yang diberikan oleh rekanan atau calon rekanan dalam rangka pengadaan barang atau jasa untuk kepentingan Perseroan, seluruhnya harus dibukukan/diserahkan untuk kepentingan Perseroan dan umumkan secara terbuka yang ditindaklanjuti sebagai dasar harga satuan berikutnya. Dalam melakukan tugasnya Insan Perseroan wajib menjaga segala manfaat yang diperolehnya benar-benar sepenuhnya diperuntukkan bagi Perseroan dan mematuhi peraturan yang berlaku.

KONFLIK KEPENTINGAN

Untuk menghindari terjadi konflik kepentingan Insan Perseroan sebagai pribadi dan untuk kepentingan Perseroan, maka tidak diperkenankan: 1. Memiliki hubungan pekerjaan maupun pribadi termasuk istri/suami, anak, orang tua, sedarah dan/atau semenda sampai derajat/tingkat kedua, yang secara aktif menjalankannya pengambilan keputusan direkanan, Perseroan rekanan atau calon rekanan, Perseroan sejenis maupun pesaing. 2. Memiliki saham/kepemilikan dalam badan usaha yang menjadi mitra atau pesaing yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan termasuk istri/suami, anak, orangtua, sedarah dan/atau semenda sampai derajat/ tingkat kedua. 3. Menggunakan jabatan atau posisinya di Perseroan untuk maksud dan tujuan yang dapat menimbulkan konflik antara kepentingan pribadi dan Perseroan. 4. Mewakili kepentingan perusahaan apabila mempunyai konflik kepentingan.

Konflik kepentingan yang dimaksud dapat berupa hal-hal berikut: 1. Penggunaan informasi, akses atas harta dan sumber daya Perseroan yang dimanfaatkan tidak untuk kepentigan Perseroan. 2. Melakukan transaksi atas nama Perseroan untuk kepentingan diri sendiri atau keluarga. 3. Menerima hadiah/manfaat terhadap segala macam jasa/informasi yang terkait dengan Perseroan yang diberikan. 4. Menjadikan/mengambil peluang bisnis dalam tugas-tugas Insan Perseroan. 5. Bertindak sebagai pialang, pencari, atau perantara lain untuk keuntungan pribadi atau golongan dalam transaksi yang melibatkan Perseroan. 6. Melakukan pekerjaan di luar Perseroan dan/atau terlibat dalam pengelolaan Perseroan lain yang menjalin atau berusaha menjalin usaha dengan Perseroan. 7. Memberikan perilaku istimewa kepada keluarga, kerabat, teman, atau golongan dan/atau pihak lain manapun. 8. Memiliki hubungan keluarga karena hubungan istri/ suami, anak, orang tua, sedarah dan/atau semenda dalam satu direktorat/sub direktorat/departemen/unit kerja. 9. Bertindak sebagai pengguna sekaligus panitia pengadaan.

ANTI MONOPOLI

KCI mendukung persaingan yang adil, terbuka, dan membangun serta mematuhi Hukum Anti Monopoli yang berlaku baik Nasional maupun Internasional. Insan Perseroan tidak boleh terlibat dalam diskusi, kesepakatan resmi, atau tidak resmi, baik masalah harga, upah, biaya, syarat, dan kondisi apapun dengan pesaing.

PENCUCIAN UANG (MONEY LAUNDERING)

KCI melarang Insan KCI, baik atas nama pribadi maupun atas nama Perseroan melakukan suatu perbuatan yang dengan sengaja menempatkan, mentransfer, menghibahkan, membayarkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan uang hasil tindak pidana dengan tujuan mengubah atau menyembunyikan asal-usul uang itu, sehingga muncul seolah-olah sebagai uang yang sah.

KCI melarang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, penerima hibah, sumbangan, penitipan, penukaran uang-uang yang berasal dari Tindak Pidana itu. Dengan tujuan sama yaitu untuk mengaburkan, menyembunyikan asal-usulnya, KCI menjamin dan mendukung peraturan dan Perundang-undangan tentang pencucian uang, baik Nasional maupun Internasional sepanjang Indonesia telah meratifikasinya.

TRANSAKSI INTERNASIONAL

KCI mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku baik Nasional maupun Internasional tentang transaksi bisnis Internasional sepanjang Indonesia telah meratifikasinya. Insan Perseroan yang terlibat dalam masalah transaksi bisnis Internasional harus memahami tentang peraturan ekspor-impor, anti boikot, embargo, sanksi perdagangan, dan pasar bebas.

AKTIVITAS POLITIK

KCI melarang memberikan kontribusi atau pembayaran atau sumbangan atau sumber daya yang berasal dari Perseroan baik langsung maupun tidak langsung kepada Partai-partai politik ataupun politikus perorangan. Insan perusahaan dilarang melakukan pemaksaan/ancaman sehingga membatasi hak individu untuk menyalurkan aspirasi politiknya. KCJI mematuhi kaidah dan peraturan tentang keterlibatan seorang pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PEKERJAAN LAIN

Insan Perseroan harus menghindari aktivitas di luar jam kerja Perseroan yang dapat mengganggu tugas atau perbuatan yang melanggar etika, peraturan, dan Perundang-undangan yang berlaku. KCI melarang Insan Perseroan melakukan pekerjaan diluar dinas yang mengganggu jam kerja kecuali pekerjaan dimaksud dilakukan untuk memenuhi tugas dinas dalam pelaksanaannya yang bersangkutan harus melaporkan ke atasan langsung sebelumnya.

PENGGUNAAN PERALATAN/FASILITAS PERUSAHAAN

KCI menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai bagi Insan Perseroan untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. Insan Perseroan harus menggunakan dan menjaga sebaik-baiknYa peralatan dan fasilitas yang tersedia untuk kepentingan Perseroan dan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Insan Perseroan harus menggunakan fasilitas tersebut sesuai dengan etika, kesopanan, susila dan moralitas yang berlaku dan penuh tanggung jawab serta mengandung unsur pornografi dan pelecehan seksual. Insan Perseroan harus mengamankan harta Perseroan dari kerusakan dan kehilangan serta mengembalikan seluruh peralatan/fasilitas pada akhir masa tugas di Perseroan. Insan Perseroan harus mengganti peralatan dan fasilitas yang hilang yang telah diserahkan dan di bawah tanggung jawabnya sesuai dengan nilai buku peralatan dan fasilitas tersebut.

PENGGUNAAN DAN PENANGANAN INFORMASI DAN DATA

Insan Perseroan dilarang memberikan/membocorkan informasi mengenai keuangan, operasional, data teknik, desain, dan spesifikasi yang dikeluarkan oleh Perseroan, manajemen, dokumen hukum, data, dan dokumen hasil audit, data Insan Perseroan, data remunerasi , data, dan dokumen rekanan serta Perseroan lainnya, baik secara tertulis maupun lisan kepada pihak lain maupun dan atas alasan apapun atau kepentingan penyidikan/hukum tanpa seijin dari Direksi. Insan Perseroan memiliki tanggung jawab untuk menjaganya dan hanya menggunakan informasi yang bersifat rahasia sebatas untuk keperluan pekerjaan. Insan Perseroan wajib menjaga kerahasiaan informasi dan data serta tidak diperkenankan untuk meletakkan arsip Perseroan yang bersifat rahasia di tempat yang memungkinkan dilihat oleh orang yang tidak berhak. Insan Perseroan harus melakukan pencatatan data transaksi dan informasi secara jujur, benar, akurat, tepat waktu, dan mudah dipahami berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Insan Perseroan harus melaporkan seluruh informasi dan data yang diketahuinya dengan tepat, jujur, adil, benar, tepat waktu, dan akurat. Apabila diminta oleh atasannya/Dewan Komisaris dalam waktu 2 (dua) kali 24 jam. Insan Perseroan dilarang memasukkan tagihan atau permintaan pembayaran berdasarkan data yang diketahui palsu. Insan Perseroan menghindari pembicaraan mengenai informasi dan data yang berkaitan dengan kegiatan usaha kondisi keuangan serta hal-hal lain tentang Perseroan dan tempat-tempat umum yang memungkinkan hal tersebut terdengar oleh orang yang tidak berhak. Insan Perseroan harus mengembalikan seluruh dokumen/media apapun yang berisi informasi Perseroan apabila sudah tidak bertugas di Perseroan.

TANGGUNG JAWAB INSAN PERSEROAN MENGENAI KEPATUHAN

• Insan Perseroan harus membaca, mengkaji, dan mematuhi Kode Etik Perusahaan. Jika tidak mematuhi Kode Etik Perusahaan, maka dapat dikenakan sanksi tindakan disiplin/teguran lisan/ teguran tertulis termasuk pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku

• Insan Perseroan tidak boleh menutup mata/tidak peduli terhadap pelanggaran Kode Etik Perusahaan ini dan harus melaporkan mengenai dugaan pelanggaran Kode Etik Perusahaan kepada Departemen Kepatuhan. Kerahasiaan identitas pelapor wajib dan harus dijaga (kecuali apabila diperlukan) dalam tindak lanjut proses sanksi/hukum.

• Insan Perseroan yang berusaha menutup-nutupi pelanggaran atau tidak mau memberikan hukuman kepada pelaku yang telah terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenakan sanksi tindakan disiplin/teguran lisan/teguran tertulis sampai dengan pemutusan hubungan kerja. KCI berkewajiban untuk melindungi pelapor dan tidak akan melakukan pembalasan atau diskriminasi terhadap pelapor yang dengan niat baiknya telah melaporkan dugaan pelanggaran. Departemen Kepatuhan menindaklanjuti setiap laporan dan menyampaikan hasil kajiannya kepada Sekretaris Perusahaan dan Direksi atau sampai Dewan Komisaris. Direksi dan/atau Dewan Komisaris memutuskan pemberian tindakan pembinaan atau sanksi disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku. Insan Perseroan dapat memberikan masukan untuk penyempurnaan Kode Etik Perusahaan kepada Departemen Kepatuhan untuk diajukan revisi kepada sekretaris Perusahaan dan Direksi.

• Insan Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan Kode Etik Perusahaan yang didokumentasikan dalam bentuk formulir pernyataan ketaatan terhadap Kode Etik Perusahaan yang ditandatangani oleh masingmasing Insan Perseroan. Apabila terjadi pelanggaran/ penyimpangan terhadap Kode Etik ini maka kepada yang bersangkutan akan diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Perseroan. Apabila terjadi pelanggaran/penyimpangan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang menjadi acuan didalam Kode Etik ini, maka kepada yang bersangkutan akan diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

desain-x-banner-gratifikasi

Laporan Tahunan KCJ 2015,

Laporan Tahunan KCI 2015, “Best Choice For Urban Transport”

Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh laporan tahunan PT KCI Tahun 2015:

 

Annual Report KCJ 2015

Layanan

3003, 2017

Unduh Jadwal Terbaru KRL – Update 21 November 2017

By | March 30th, 2017|Categories: Info Pelanggan|Comments Off on Unduh Jadwal Terbaru KRL – Update 21 November 2017

Klik tautan di bawah ini untuk mendapatkan jadwal terbaru KRL update 21 November 2017: Jadwal GAPEKA 2017 http://www.krl.co.id/wp-content/uploads/2017/11/Update-jadwal-21-November-2017-2.xlsx

2110, 2016

Petunjuk Keadaan Darurat

By | October 21st, 2016|Categories: Info Pelanggan|Comments Off on Petunjuk Keadaan Darurat

Hi, rekan Commuters Berikut petunjuk evakuasi darurat yang harus rekan commuter ketahui, pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk  dan tidak panik, dan selalu dengarkan intruksi dari petugas jika perjalanan dalam keadaan darurat. terima kasih dan selalu [...]

2010, 2016

Transaksi dan Gate-in Melalui Hall Baru Stasiun Bogor

By | October 20th, 2016|Categories: Info Pelanggan|Comments Off on Transaksi dan Gate-in Melalui Hall Baru Stasiun Bogor

Rekan Commuters,   Mulai Kamis 20 Oktober 2016, seluruh transaksi loket maupun vending machine di Stasiun Bogor telah pindah ke Hall Baru Stasiun Bogor. Untuk melakukan tap-in dan mengakes area peron, pengguna juga harus melalui [...]

Etika, Aturan dan Larangan dalam Menggunakan KRL

web-baru-35


ETIKA PENGGUNA JASA KRL

  • MEMBERIKAN TEMPAT DUDUK/ TEMPAT DUDUK PRIORITAS KEPADA PENGGUNA JASA YANG BERHAK DAN LEBIH MEMBUTUHKAN SESUAI DENGAN HIMBAUAN YANG ADA DI DALAM KRL
  • TIDAK BERBICARA DENGAN SUARA KENCANG/BERTERIAK/MENDENGARKAN MUSIK DENGAN SUARA KERAS YANG DAPAT MENYEBABKAN TERGANGGUNYA KENYAMANAN PENGGUNA JASA LAINNYA.
  • TIDAK BERMAIN/BERLARIAN DI DALAM KRL
  • MENDAHULUKAN PENGGUNA JASA YANG AKAN TURUN DARI KRL TERLEBIH DAHULU SEBELUM NAIK KE DALAM KRL
  • ANTRE DENGAN TERTIB BAIK DI LOKET, DI GATE STASIUN DAN PADA SAAT MENUNGGU/NAIK/TURUN KRL

web-baru-27

web-baru-30

ATURAN DAN LARANGAN PENGGUNA JASA KRL

web-baru-26

  • MELAKUKAN KEGIATAN KOMERSIAL DI SELURUH AREA STASIUN DAN DI DALAM KRL TANPA IZIN
  • MEMINUM MINUMAN KERAS DAN/ATAU MABUK SELAMA DI LINGKUNGAN STASIUN DAN/ATAU BERADA DI KRL
  • MEROKOK DI DALAM KRL DAN DI SELURUH AREA STASIUN (KECUALI DI TEMPAT YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI AREA MEROKOK)
  • MEMBAWA BARANG BAWAAN YANG MELANGGAR KETENTUAN
  • DUDUK DI LANTAI DAN/ATAU MENGGUNAKAN KURSI LIPAT DI DALAM KRL
  • MEMBUANG SAMPAH/KOTORAN TIDAK PADA TEMPAT YANG DISEDIAKAN BAIK DI STASIUN MAUPUN DI KRL
  • MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENIMBULKAN KERIBUTAN SERTA MENGGANGGU KETERTIBAN DAN KENYAMANAN PENGGUNA JASA LAIN DI LINGKUNGAN STASIUN DAN DI DALAM KRL
  • MAKAN / MINUM DI DALAM KRL
  • MENCURI/MENGAMBIL/MENGHILANGKAN/MERUSAK ASET ATAU PERALATAN KRL DAN STASIUN
  • MELAKUKAN TINDAKAN VANDALISME
  • MELUDAH DAN MENGOTORI AREA STASIUN MAUPUN DI DALAM KRL
  • MENGEMIS DAN MEMINTA SUMBANGAN DALAM BENTUK APAPUN DI LINGKUNGAN STASIUN DAN DI DALAM KRL TANPA IZIN
  • TIDUR DI DALAM KRL DENGAN CARA MEREBAHKAN SELURUH BADAN DI KURSI DAN/ATAU MENAIKKAN SEBAGIAN KAKI ATAU SELURUH KAKI KE KURSI SEHINGGA MENGGANGGU KENYAMANAN PENGGUNA JASA LAINNYA
  • MELAKUKAN PERBUATAN YANG MELANGGAR NORMA KESUSILAAN
  • BERADA DI SAMBUNGAN KRL
  • MENGGUNAKAN HANDGRIP KRL UNTUK BERMAIN/BERGELANTUNGAN/BERGELAYUTAN/BERAYUNAN
  • MEMBUKA JENDELA, PINTU, MENARIK TUAS DARURAT DAN MENGOPERASIKAN REM DARURAT SELAMA PERJALANAN KRL KECUALI DALAM KEADAAN DARURAT DENGAN BERDASARKAN PROSEDUR KESELAMATAN DI DALAM KRL
  • MASUK/BERADA DI KABIN MASINIS KRL TANPA IZIN TERTULIS
  • BERADA DI KERETA WANITA BAGI PENGGUNA JASA BERJENIS KELAMIN LAKI-LAKI, KECUALI BALITA/ANAK-ANAK
  • MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENGANDUNG UNSUR POLITIK DAN SARA DI AREA STASIUN MAUPUN DI DALAM KRL
  • MENGGUNAKAN TIKET KERETA API JARAK JAUH/ANTAR KOTA UNTUK MELAKUKAN PERJALANAN DENGAN KRL DAN TRANSAKSI E-TICKETING DI GATE STASIUN

KETENTUAN BAGASI TANGAN

1.    SYARAT-SYARAT BAGASI TANGAN :

  • BARANG BAGASI TANGAN HARUS DITEMPATKAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA TIDAK MENGGANGGU ATAU MEMBAHAYAKAN PENGGUNA JASA LAIN DAN TIDAK AKAN MENIMBULKAN KERUSAKAN PADA KRL
  • UKURAN MAKSIMAL BAGASI TANGAN ADALAH 40 CM X 30 CM X 100 CM DAN SEPEDA LIPAT TANPA MOTOR
  • SETIAP PENGGUNA JASA DIPERBOLEHKAN MEMBAWA BAGASI TANGAN SEBANYAK MAKSIMAL 2 (DUA) BAGASI TANGAN.
  • BAGI PENGGUNA JASA YANG MEMILIKI KENDALA FISIK / PENGGUNA DISABILITAS DAPAT MEMBAWA ATAU MENGGUNAKAN KURSI RODA DI DALAM KRL
  • BAGI PENGUNA JASA YANG MEMBAWA BAYI DAN MENGUNAKAN KERETA BAYI (STROLLER)  DAPAT MEMBAWA KERETA BAYI (STROLLER) TERSEBUT KE DALAM KRL.

2.    YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK DIBAWA PENUMPANG DI AREA STASIUN KE DALAM KRL ADALAH :

  • SEMUA BARANG YANG MUDAH TERBAKAR, MUDAH MELEDAK ATAU JIKA TERJADI KEBAKARAN DAPAT MEMPERBESAR BAHAYA BAGI SEKITARNYA DAN BARANG-BARANG YANG SIFATNYA DAPAT MENGGANGGU/MERUSAK KESEHATAN DAN BERBAU BUSUK
  • BARANG-BARANG YANG MENURUT PERTIMBANGAN PEGAWAI PT KCJ, KARENA KEADAAN DAN BESARNYA TIDAK PANTAS DIANGKUT  SEBAGAI BAGASI TANGAN
  • MEMBAWA BINATANG
  • BARANG-BARANG YANG PENGANGKUTANNYA DILARANG OLEH UNDANG-UNDANG

3.    PT KCJ TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN ATAS BARANG YANG DIBAWA OLEH PENGGUNA JASA.


 

Tips aman dan nyaman melakukan perjalanan KRL

  • Yakinkan anda dalam keadaan sehat.
  • Rencanakan dengan tepat, waktu dan tujuan perjalanan Anda yang hendak dicapai.
  • Periksa dengan seksama jadwal Kereta Api tujuan anda, bila anda merasa kurang yakin dan ragu, sebaiknya segera dapatkan informasi dari petugas resmi.
  • Membawa barang dan uang tunai secukupnya, dompet sebaiknya jangan ditaruh di saku. Siapkan selalu uang receh secukupnya dan simpan di saku baju/celana depan .
  • Barang berharga lainnya (dompet, telepon selular, dll) disimpan saja dibagian dalam (terhalang oleh barang lain) tas atau ransel yang selalu Anda pegang. Tas atau ransel itu sebaiknya digendong di depan atau selalu dalam jangkauan pandangan mata Anda…. jangan lupa juga silent-kan telepon selular anda.
  • Pakailah pakaian yg sopan dan berbahan nyaman…, khusus untuk kaum wanita pekerja kantoran yg harus menggunakan sepatu berhak tinggi atau rok (mini) di tempat kerjanya, disarankan anda sekalian memakai celana atau sepatu/sandal pengganti selama dalam perjalanan.
  • Hindari penggunaan perhiasan yang berlebihan dan penggunaan barang-barang berharga seperti telepon selular atau kamera.
  • Belilah tiket pada loket penjualan tiket.
  • Kereta yang kosong atau sesak sama bahayanya, dua kondisi itu ideal bagi pencopet. Mereka biasa bergerombol, tiga sampai lima orang. Modus gerombolan pencopet sangat banyak tetapi umumnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban dengan menjatuhkan barang atau menawarkan sesuatu. Begitu perhatian korban terbagi, aggota komplotan yang lain beraksi.
  • Dalam Kereta yang sesak, Anda perlu waspada saat naik atau turun. Jika Anda merasa dihalang-halangi saat naik atau turun, waspadalah, hal itu bisa menjadi tanda bahwa pencopet tengah beraksi.
  • Tetap waspada, jangan menerima tawaran minuman atau makanan dari orang yang baru Anda kenal. Dalam banyak kasus, orang terbius setelah makan atau minum minuman atau makanan yang ditawarkan oleh orang yang baru dikenal. Jika ada tawaran seperti itu tolaklah dengan santun.
  • Jangan memberi kesan anda sedang bingung… pelaku kriminal bisa membedakan dari raut wajah seseorang, apakah anda sasaran empuk.
  • Saat sudah dekat dengan stasiun tujuan Anda, segera merapat ke pintu.
  • Berdoalah senantiasa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum perjalanan.

 

Prosedur Klaim Asuransi

YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG ASURANSI KECELAKAAN

Kecelakaan adalah hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itulah kepada para penumpang maupun calon penumpang KRL Jabotabek diminta untuk selalu berhati-hati saat akan, sedang dan baru saja menggunakan jasa KRL Jabotabek.

Juga jangan lupa untuk berdoa agar diberikan keselamatan oleh Allah SWT.

Namun demikian, bila musibah tidak dapat dihindari, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana prosedur untuk memperoleh asuransi kecelakaan. Berikut ini adalah prosedur umum dalam mengurus asuransi yang dikeluarkan oleh PT Asuransi Jasa Raharja.

Bila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi stasiun terdekat dari tempat terjadinya musibah kecelakaan. Anda bisa menemui kepala stasiun untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai prosedurnya.

PROSEDUR SANTUNAN

1. CARA MEMPEROLEH SANTUNAN adalah sebagai berikut:

  • Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat
  • Mengisi formulir pengajuan dengan melampirkan :
    • Keterangan kecelakaan Lalu Lintas dari Kepolisian dan atau dari instansi berwenang lainnya. Untuk PT Kereta Api (Persero), surat keterangannya adalah dalam bentuk telegram yang dikeluarkan oleh kepala stasiun terdekat dari lokasi terjadinya kecelakaan.
    • Keterangan kesehatan dari dokter / RS yang merawat.
    • KTP / Identitas korban / ahli waris korban.
    • Formulir pengajuan diberikan Jasa Raharja secara cuma-cuma

2. BUKTI LAIN YANG DIPERLUKAN

  • Dalam hal korban luka-luka
  • Kuitansi biaya rawatan dan pengobatan yang asli dan sah.
  • Dalam hal korban meninggal dunia
  • Surat kartu keluarga / surat nikah ( bagi yang sudah menikah )

3. KETENTUAN LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN

  • Jenis Santunan
    • Santunan berupa penggantian biaya rawatan dan pengobatan (sesuai ketentuan)
    • Santunan kematian
    • Santunan cacat tetap
  • Ahli Waris
    • Janda atau dudanya yang sah.
    • Anak-anaknya yang sah.
    • Orang tuanya yang sah
  • Kadaluarsa
    Hak santunan menjadi gugur / kadaluwarsa jika :
  • Permintaan diajukan dalam waktu lebih dari 6 bulan setelah terjadinya kecelakaan.
  • Tidak dilakukan penagihan dalam waktu 3 bulan setelah hak dimaksud disetujui oleh jasa raharja

Jumlah Santunan

Besarnya santunan yang diterima korban ataupun ahli warisnya sebagaimana disebutkan dalam UU No 33 & 34 tahun 1964, dan telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No 36/PMK.010/2008 dan 37/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008 adalah sebagai berikut:

Jenis Santunan Angkutan Umum
Darat/Laut Udara
Meninggal Dunia Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Catat Tetap (maksimal) Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Biaya Rawatan (maksimal) Rp 10.000.000,- Rp 25.000.000,-
Biaya Penguburan Rp 2.000.000,- Rp 2.000.000,-

Dasar Hukum Pelaksanaan

Dasar hukum sistem pembayaran premi tersebut adalah sebagai berikut:

UU No.33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang jo. PP No.17 Tahun 1965 tentang Ketentuan Pelaksanaan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

UU No.34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan jo. PP No.18 Tahun 1965 tentang Ketentuan Pelaksanaan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

* Sumber: PT Jasa Raharja

Suara Pelanggan

Perjalanan KRL

Procurement

Pengumuman Gagal Lelang Pengadaan Alat dan Chemical Kebersihan Stasiun Paket 1

Berita Acara Addendum II Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan, Pengawalan dan Tim Pengamanan Khusus PT Kereta Commuter Indonesia Tahun 2018 (Paket I – VIII)

DOWNLOAD BA ADDENDUM II DOWNLOAD BA AANWIJZING DOWNLOAD RKS DOWNLOAD LAMPIRAN RKS I DOWNLOAD LAMPIRAN RKS II DOWNLOAD LAMPIRAN RKS III DOWNLOAD LAMPIRAN RKS IV DOWNLOAD LAMPIRAN RKS V

Berita Acara Rapat Penjelasan/Aanwijzing Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan, Pengawalan dan Tim Pengamanan Khusus PT Kereta Commuter Indonesia Tahun 2018 (Paket I – VIII)

DOWNLOAD BA AANWIJZING DOWNLOAD RKS DOWNLOAD LAMPIRAN RKS I DOWNLOAD LAMPIRAN RKS II DOWNLOAD LAMPIRAN RKS III DOWNLOAD LAMPIRAN RKS IV DOWNLOAD LAMPIRAN RKS V

PENGUMUMAN ULANG PENGADAAN PEKERJAAN PENGECATAN DAN UNDERSEAL PA KRL TAHUN 2018

DOWNLOAD RKS DOWNLOAD BA RAPAT PENJELASAN DOWNLOAD LAMPIRAN BA RAPAT

Selengkapnya

Informasi Terkini

1112, 2017

Perjalanan KRL Mengalami Gangguan Dampak Pohon Tumbang di Wilayah Stasiun Karet dan Stasiun Ancol

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengucapkan permohonan maaf atas gangguan perjalanan KRL dampak dari pohon tumbang yang mengenai jaringan kabel Listrik Aliran Atas (LAA) di wilayah Stasiun Karet sejak pukul 14.00 WIB. Akibat pohon tumbang tersebut perjalanan krl pada lintas [...]

612, 2017

Listrik Aliran Atas Tanah Abang – Palmerah Padam Dampak Truk yang Mengenai LAA di Perlintasan Pejompongan

Sehubungan dengan listrik aliran atas pada lintas Tanah Abang - Palmerah dan sebaliknya yang dipadamkan karena tersangkut truk pengangkut alat berat di perlintasan wilayah Pejompongan, maka perjalanan KRL lintas Tanah Abang - Palmerah dan sebaliknya tidak dapat dioperasikan. Bagi pengguna [...]

512, 2017

Integrasi Antarmoda Hadir di Kawasan Stasiun Tebet

Pembangunan tiga area hall baru di Stasiun Tebet telah selesai dilakukan, kini keluar masuk penumpang di wilayah Stasiun Tebet diakomodir melalui 3 jalur yakni hall arah Kampung Melayu, arah Casablanca, dan arah Tebet Timur Raya. Dua hall baru yang dibangun [...]

212, 2017

Libur Panjang, PT KCI Antisipasi Lonjakan Penumpang

Jakarta, 2 Desember 2017 PT Kereta Commuter Indonesia telah mengantisipasi lonjakan penumpang pada musim libur panjang dibeberapa stasiun yang berdekatan dengan lokasi pusat keramaian. Pada hari ini PT KCI tetap mengoperasikan 926 perjalanan KRL. Salah satu Stasiun yang mengalami peningkatan [...]

2311, 2017

Toilet Sisi Utara Stasiun Tanah Abang Hari ini Mulai Layani Pengguna KRL

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali menghadirkan fasilitas baru di Stasiun Tanah Abang. Setelah bersama PT Kereta Api Indonesia (persero) membangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), musala, dan hall baru di sisi utara stasiun, mulai 23 November ini toilet di sisi [...]

1011, 2017

Peringati Hari Pahlawan, KCI Ajak Pengguna Mengheningkan Cipta Serentak di Stasiun dan KRL

Menyambut Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) ikut memeriahkan peringatan Hari Pahlawan pada tahun 2017 ini dengan melaksanakan sejumlah agenda kegiatan bagi para pengguna jasa KRL. Sesuai dengan tema nasional dalam peringatan [...]

Selengkapnya

Karir

Space Iklan