Siaran Pers Penyesuaian Tarif KRL Mulai 1 Oktober 2016

on .

Jakarta, 1 Oktober 2016

 

Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek mulai 1 Oktober 2016 akan mengalami penyesuaian sebesar Rp 1.000 untuk seluruh relasi. Penyesuaian ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 35 tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation / PSO).

 

Latar belakang penyesuaian tarif ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat yang semakin meningkat, program pengembangan krl kedepannya melalui tolak ukur pelayanan KRL yang semakin membaik serta ketersediaan dana public service obligation (PSO) untuk transportasi kereta api yang menyesuaikan dengan kemampuan keuangan Negara, lantaran pemerintah juga mengalokasikan dana PSO secara proporsional untuk angkutan kereta api diluar KRL seperti kereta api antar kota dan kereta perkotaan/komuter.

 

Tarif KRL Berlaku 1 Januari – 30 September 2016

NO

JENIS ANGKUTAN

LINTAS

TARIF Rp/ORANG

TARIF

PSO

TARIF OPERATOR

1

KRL

1-25 km pertama

2.000

3.000

5.000

2

KRL

10 km berikutnya dan berlaku kelipatan

1.000

1.000

2.000

 

 

 

 

Tarif KRL Mulai Berlaku 1 Oktober 2016

NO

JENIS ANGKUTAN

LINTAS

TARIF Rp/ORANG

TARIF PSO 

TARIF OPERATOR

1

KRL

1-25 km pertama

3.000

3.250

6.250

2

KRL

10 km berikutnya dan

berlaku kelipatan

1.000

1.500

2.500

 

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) senantiasa meningkatkan pelayanan kepada para pengguna KRL Jabodetabek. Sesuai dengan visi misinya sebagai penyedia jasa angkutan kereta komuter. Dari sisi sarana KRL, PT KCJ terus berinvestasi untuk menambah sarana KRL dan melakukan perawatan sarana. Pada tahun 2016 ini PT KCJ membeli 60 unit KRL dari Jepang. Sebanyak 30 unit KRL gelombang pengiriman pertama yang telah tiba di Jakarta akhir Juli lalu dan saat ini sedang dalam tahap persiapan teknis untuk mulai dioperasikan melayani pengguna jasa KRL.

 

Untuk terus mengimbangi pertumbuhan pengguna jasa krl, PT KCJ telah melakukan investasi penambahan kapasitas angkut dengan memperpanjang rangkaian krl yang sebelumnya hanya terdiri dari delapan kereta menjadi satu rangkaian dua belas kereta (SF 12) dan sepuluh kereta (SF 10). Perpanjangn rangkaian juga diikuti dengan pembangunan prasarana stasiun berupa perpanjangan peron, pembuatan sejumlah fasilitas disabilitas untuk melengkapi yang telah ada dan membangun pos kesehatan di beberapa Stasiun. PT KCJ juga menambah sejumlah fasilitas publik di Stasiun seperti pembangunan toilet dan musholla. Dari sisi keamanan dan keselamatan tahun 2016 fasilitas penyebrangan antar peron untuk pengguna jasa berupa JPO dan Underpass juga sedang dalam tahap pembangunan yang ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2016.

 

Kemudahan dan modernisasi transaksi tiket juga dikembangkan melalui kehadiran mesin transaksi tiket mandiri atau vending machine yang dikenal dengan CVIM, saat ini sudah ada 50 unit perangkat  vending machine di sejumlah stasiun. CVIM dapat mengakomodir pembelian tiket harian berjaminan (THB), pengisian ulang tarif THB, pengembalian uang jaminan dan TOP KMT. Hingga akhir tahun 2016 PT KCJ rencananya akan menambah sekitar 200 vending machine yang akan dioperasikan melengkapi stasiun KRl lainnya.

 

Kemudahan akses informasi untuk penumpang terus ditingkatkan dengan layanan berbasis teknologi informasi seperti pemasangan media informasi berupa display elektronik baik di stasiun dan rangkaian krl. Layanan informasi juga dapat langsung diakses pengguna melalui call center KAI 121.

 

PT KCJ kini juga menghadirkan aplikasi KRL ACCESS yang dapat diunduh melalui Android dan IOS. Aplikasi KRL ACCESS dihadirkan dengan sejumlah menu seperti posisi real time KRL, kondisi perjalanan KRL terkini, pengecekan besaran tarif, peta rute, dan sambungan langsung menuju seluruh media sosial yang dimiliki PT KCJ. Pada aplikasi ini pengguna jasa juga dapat menyampaikan saran dan kritik melalui email resmi perusahaan.

 

Meski seluruh barang bawaan menjadi tanggung jawab para pengguna jasa, namun untuk mempermudah pencarian barang bawaan yang tertinggal dan masih dapat ditemukan oleh petugas, PT KCJ juga telah menghadirkan layanan lost and found.

 

Perbaikan pelayanan untuk pengguna jasa yang dilakukan terus menerus adalah upaya nyata dari PT KAI Commuter Jabodetabek dalam memperbaiki kualitas pelayanan bagi para penggunanya serta bagian dari solusi permasalahan transportasi di Jabodetabek dan menuju target 1,2 juta penumpang per hari pada tahun 2019.

 

 

-Commuter Line Best Choice For Urban Transport-

Sambut HUT RI ke 71, PT KCJ Hadirkan Kereta Tematik dan Beragam acara

on .

Menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2016, PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mengajak para penumpang KRL Commuter Line untuk turut serta memeriahkan kemerdekaan RI dengan berbagai acara yang unik dan menarik. Sejumlah rangkaian acara mulai dari rangkaian KRL hingga stasiun akan digelar bertepatan dengan HUT RI ke-71 ini.

PT KCJ Datangkan 30 Unit KRL

on .

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) kembali melanjutkan program pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) yang telah rutin berlangsung tiap tahun sejak 2009. Pada 2016 ini, PT KCJ akan mendatangkan 60 unit KRL dari Jepang. Pada pengiriman pertama ini, 30 dari 60 unit KRL yang akan dibeli KCJ tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Penutupan Akses Masuk Stasiun Tangerang Dikeluhkan Penumpang KRL

on .

Jalan akses masuk Stasiun Tangerang dari arah barat (Masjid Agung Tangerang) mulai Selasa 19 Juli telah ditutup oleh pihak Pemerintah Kota Tangerang dan aparat kewilayahan setempat. Penutupan ini langsung menuai keluhan dari para pengguna Commuter Line di Stasiun Tangerang yang ditujukan kepada PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sebagai operator KRL Commuter Line.