Penumpang KRL Naik Hampir Dua Kali Lipat, PT KCJ Terus Gencarkan Sosialisasi THB dan KMT

on .

Setahun sudah sejak E-Ticketing dan Tarif Progresif diberlakukan pada 1 Juli 2013 seluruh pengguna jasa KRL saat ini menggunakan dua jenis Tiket elektronik yaitu Kartu Multi Trip (KMT) dan Tiket Harian Berjaminan (THB) untuk transaksi perjalanan KRL di Jabodetabek.

Sejak penerapan e-ticketing dan tariff progresif hingga kini tercatat peningkatan penumpang terjadi hamper dua kali lipat. Saat ini KRL di Jabodetabek telah mengangkut sekitar 600 ribu sampai dengan 700 ribu pengguna jasa per hari, jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah perjalanan KRL dan penambahan armada yang terus dilakukan PT KCJ untuk dapat mencapai target 1,2 Juta penumpang per hari pada tahun 2019.

Menurut Direktur Utama PT KCJ, Tri Handoyo, dengan hadirnya pengguna jasa baru sosialisasi terkait tata tertib juga menjadi sangat penting untuk terus digencarkan, salah satunya ketentuan terkait penggunaan tiket elektronik THB dan  KMT. “untuk pengguna baru terutama bagi yang masih memakai tiket harian berjaminan atau THB sosialisasi menjadi sangat penting agar pengguna tidak terkena denda pinalti atau hal lain,seperti hangusnya uang jaminan pada THB karena tidak sesuai ketentuan penggunaan tiket” Ujar Tri.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, sejak E-Ticketing di terapkan ada dua jenis tiket yang dapat digunakan untuk perjalanan KRL yaitu tiket Kartu Multitrip (KMT) yang dapat diisi ulang dengan saldo maksimum satu juta rupiah dan Tiket Harian Berjaminan (THB) yang digunakan untuk satu kali perjalanan pada hari pembelian.

Untuk penggunaan THB pada prinsipnya penumpang harus ke loket setiap akan melakukan perjalanan , pada perjalanan pertama ada dua biaya yang harus dibayar kan yakni harga tariff dan Uang Jaminan sebesar Rp 5.000,-.

Uang jaminan pada THB tidak hilang atau hangus selama pengguna mengembalikan tiket tersebut (melakukan Refund)  atau pembelian rute perjalanan berikut nya atau perjalanan baru di loket Stasiun sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pada Tiket Harian Berjaminan, jika kartu tidak dikembalikan pada hari yang sama maka penumpang akan diberi masa tenggang selama 7 hari setelah hari pembelian terakhir, namun jika melewati masa  7 hari tersebut maka uang jaminan pada tiket hangus dan tidak dapat digunakan lagi untuk pembelian rute perjalanan berikutnya.

Selain melewati masa tenggang, uang jaminan pada tiket harian berjaminan juga akan hangus jika penumpang tidak melakukan tapping out pada perangkat E-Ticketing di gate out (keluar tidak melalui pintu resmi).

Berbeda dengan THB, untuk tiket berlangganan atau KMT pengguna jasa tidak perlu lagi menuju loket setiap akan melakukan perjalanan KRL, cukup langsung menuju gate dan memastikan bahwa pada KMT terdapat saldo minimum sebesar Rp 7000,- .Ketentuan saldo minimum yang diberlakukan PT KCJ merupakan cara untuk mengamankan pengguna KMT agar tidak terkena denda karena saldo yang tidak mencukupi pada saat proses pemotongan tariff perjalanan terjadi pada gate out di stasiun tujuan. Besaran tujuh ribu rupiah merupakan tariff tertinggi pada perjalanan KRL yang saat ini.

Pada dasarnya untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi perjalanan KRL, PT KCJ sangat menyarankan para pengguna agar memakai KMT. Disamping proses yang lebih praktis dan cepat, KMT juga lebih menguntungkan karena tidak memiliki masa kadaluarsa.

Selain tiket KMT jika tidak ingin mengantri di loket setiap akan naik krl pengguna juga dapat menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan oleh sejumlah bank yang telah bekerja sama dengan PT KCJ seperti E-Money Mandiri, Flazz Bca, Tap Cash Bni dan Brizzi BRI. Kerjasama ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa pada transaksi E-Ticketing KRL.

Saat ini 55 persen pengguna jasa KRL telah menggunakan KMT, Tri Handoyo berharap kedepannya jumlah penggunaan KMT atau pun kartu prabayar Bank pada transaksi perjalanan KRL terus meningkat, sehingga transaksi menggunakan uang tunai dapat berkurang dan pengguna lebih dimudahkan karena tidak perlu lagi menuju loket setiap akan melakukan perjalanan KRL.

kmt

thb

Diskon Rp 1.000 Bagi Pengguna Uang Elektonik BNI, BRI, dan Mandiri

on .

Untuk meningkatan pelayanan dan memberi kemudahan bagi seluruh pengguna jasa KRL Jabodetabek, berbagai inovasi terus dilakukan PT KAI Commuter Jabodetabek. Salah satu inovasi terbaru adalah bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara untuk transaksi E-Ticketing KRL.

Manfaat dari kerjasama ini dapat dirasakan langsung para pengguna melalui promo diskon bagi mereka yang melakukan transaksi E-Ticketing KRL Jabodetabek dengan menggunakan kartu prabayar dari Bank BNI, BRI, dan Mandiri. Mulai tanggal 1 s.d 30 September 2014, transaksi e-ticketing KRL Commuterline yang menggunakan kartu prabayar BRIZZI BRI, Mandiri e-money dan BNI TapCash mendapatkan Diskon Rp 1.000,- untuk setiap perjalanan ke semua jurusan.

Pengguna jasa yang ingin membeli kartu perdana maupun isi ulang kartu prabayar BRIZZI BRI, Mandiri e-money dan BNI TapCash dapat melakukannya di cabang Bank terdekat serta sejumlah toko ritel yang telah bekerja sama dengan pihak bank.

Semarak Lebaran Bagi Pengguna KRL Jabodetabek

on .

PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) hendak berbagi bersama para pengguna KRL Jabodetabek untuk membuat momentum hari raya Idul Fitri semakin berarti. Kesempatan untuk berbagi bersama ini hadir dalam program “Semarak Lebaran” yang berlangsung sejak 24 Juli hingga 21 Agustus 2014.

Program Semarak Lebaran terdiri dari tiga kegiatan, yaitu sumbangan bagi kaum dhuafa, isi ulang Kartu Multi Trip (Top Up KMT) berhadiah langsung, dan hadiah langsung bagi pemegang KMT dengan transaksi perjalanan terbanyak.

GMF Tandatangani Kesepakatan Bersama dengan PT KAI Commuter Jabodetabek

on .

Jakarta - GMF AeroAsia (GMF) melakukan kerjasama dengan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Kerjasama tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (Kesepakatan Bersama) yang ditandatangani oleh Direktur Utama GMF, Richard Budihadianto dan Direktur Utama KCJ, Tri Handoyo di Kantor PT KCJ di Jakarta, 18 Juni 2014. Kesepakatan Bersama (MoU) yang ditandatangani adalah Kerjasama dalam bidang Perawatan dan Perbaikan motor listrik seperti Motor Traksi, Motor Generator dan Motor Kompresor pada kereta rel listrik (KRL) milik PT KCJ.