Evaluasi Pengembangan KRL Jabodetabek, PT KAI Commuter Jabodetabek Layani Lebih Dari 200Juta Pengguna KRL di Tahun 2014

on .

Jakarta, 3 Februari 2015

PT KAI Commuter Jabodetabek terus berusaha meningkatkan pelayanan pada para pengguna KRL Jabodetabek sepanjang tahun 2014 lalu. Peningkatan pelayanan ini dilakukan melalui penambahan sarana maupun berbagai inovasi di bidang layanan bagi penumpang. Hasilnya, untuk pertama kali dalam sejarah, jumlah penumpang KRL Jabodetabek menembus angka 200 juta orang dalam setahun. Tepatnya mencapai 206.783.321 pengguna.

PT KAI Commuter Jabodetabek Cooperates with Sony FeliCa to Improve Jakarta Commuter Trains’ E-Ticketing System

on .

Jakarta, February 3rd 2015

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) continues to improve its e-ticketing service since the system’s application on commuter trip transactions started on July 1st, 2013. Devices in Jakarta Commuter Train e-ticketing system can now read all types of electronic chips that are commonly used in various modes of transportation around the globe.

Atasi Lonjakan Pengguna KRL Di St Jakarta Kota, PT KCJ Himbau Penumpang Turun Naik KRL Di Stasiun Lain Yang Terdekat

on .

Jakarta, 4 Januari 2015

Musim liburan tahun baru kali ini peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Jakarta Kota mencapai hampir dua kali lipat.

Sejak tgl 25 Des 2014 s.d 3 Jan 2015 St Jak Kota dipadati hingga 84 ribu pengguna KRL per hari, sementara pada hari biasa pengguna KRL di St Jakarta Kota hanya berkisar 46 ribu s.d 48 ribu per hari.

Pantauan PT KCJ antrian di loket dan gate tidak dapat dihindari lantaran sejumlah hal, salah satunya banyaknya penumpang musiman seperti mereka yang hendak berlibur bersama keluarga yang menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB) sehingga harus melakukan transaksi di loket baik untuk mengisi tarif ataupun melakukan refund. Selain penggunaan THB, antrian pada gate juga terjadi karena banyak penumpang musiman belum terbiasa dengan proses tap in/out pada gate e-ticketing.

Mengatasi peningkatan penumpang serta antrian pada gate dan loket di Stasiun Jakarta Kota, PT KCJ menghimbau kepada pengguna jasa agar memilih Stasiun terdekat lainnya seperti Stasiun Jayakarta dan Mangga besar. Penumpang juga disarankan untuk menggunakan tiket Kartu Multi Trip (KMT) shg tidak perlu mengantri di loket setiap akan melakukan perjalanan dan melakukan penukaran kartu untuk pengembalian uang jaminan kartu bagi yang menggunakan THB. Penumpang juga diberikan pemahaman bahwa KMT beserta saldo didalamnya tidak memiliki masa kadaluarsa, sehingga dapat disimpan dan digunakan kapanpun saat akan menggunakan KRL.

Peningkatan kepadatan St Jak Kota diperkirakan lantaran lokasi Stasiun yang berdekatan dengan sejumlah objek wisata dan pusat perbelanjaan.

Dengan peningkatan kepadatan di St Jakarta Kota, PT KCJ menghimbau para pengguna KRL untuk lebih waspada menjaga barang bawaannya dan memperhatikan keberadaan putra/putrinya . Jika ada kehilangan pengguna diarahkan melapor kepada petugas pengamanan dan pelayanan di Stasiun.

Liburan Tahun Baru, Penumpang Stasiun Jakarta Kota naik hampir Dua Kali Lipat

on .

Jakarta, 3 Januari 2015

Stasiun Jakarta Kota tercatat menjadi salah satu stasiun kereta api yang paling dipadati pengguna KRL dalam masa liburan awal tahun 2015 ini.

Data yang dimiliki PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Sejak 31 Januari lalu, stasiun ini dipadati hingga 84 ribu pengguna KRL setiap harinya. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan biasanya seperti hari kerja ataupun sabtu minggu diluar masa liburan. Rata-rata penumpang St Jak Kota biasanya hanya berkisar 46 ribu s.d 48 ribu.

Pada musim liburan ini sebagian besar pengguna yang memadati stasiun ini adalah mereka yang hendak berlibur bersama keluarga dan bukan merupakan penumpang rutin KRL, sehingga lebih banyak menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB). Dengan mayoritas pengguna dengan THB ini, antrian di loket stasiun Jakarta Kota menjadi sangat padat. Antrian juga terjadi pada gate karena masih banyak penumpang yang belum terbiasa dengan proses tap in/out pada gate.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif dan pelayanan yang maksimal PT KCJ melakukan penambahan jumlah petugas dari unit pelayanan, penjualan dan pengamanan dengan total 40 personil.

Sementara untuk mengurai antrian para petugas pelayanan digiatkan melakukan penjagaan serta pendampingan disekitar wilayah gate dan loket.

para petugas juga melakukan sosialisasi kepada pengguna terkait informasi Stasiun terdekat seperti Jayakarta dan Mangga Besar yang dapat dijadikan alternatif untuk naik turun KRL. Sementara  Khusus untuk refund jaminan THB agar antrian loket dapat terurai petugas juga memberikan informasi bahwa refund dapat dilakukan di seluruh loket, tidak hanya di loket THB saja.

PT KCJ sangat menyarankan para pengguna jasa untuk menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) tanpa masa kadaluarsa sehingga tidak perlu mengantri di loket setiap akan melakukan perjalanan. KMT tersebut dapat dibeli dan digunakan di seluruh stasiun KRL di Jabodetabek.

Peningkatan kepadatan St Jak Kota diperkirakan lantaran lokasi Stasiun yang berdekatan dengan sejumlah objek wisata dan pusat perbelanjaan yang berdekatan dengan St Jakarta Kota seperti kawasan wisata Kota Tua Jakarta, pusat perbelanjaan bahkan hingga kawasan wisata ancol yang menjadi salah satu tujuan berlibur favorit bagi warga Jabodetabek.

Dengan peningkatan kepadatan di St Jakarta Kota, PT KCJ menghimbau para pengguna KRL untuk lebih waspada menjaga barang bawaannya dan memperhatikan keberadaan putra/putrinya di tengah situasi yang sangat padat ini. Jika ada kehilangan pengguna diarahkan melapor kepada petugas pengamanan, petugas pelayanan pelanggan, maupun petugas announcer/informasi di stasiun.