|
Profil dan Sejarah Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek
Yang dimaksud dengan PT Kereta Api (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek adalah salah satu bagian di PT Kereta Api (Persero) yang berkantor induk di Jl. Ir. H. Juanda 1 B No. 8-10, Jakarta Pusat.
Wilayah pelayanannya mulai dari Bekasi, Jakarta, sampai Bogor dan Tangerang. Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek melayani angkutan kereta api komuter yaitu pelayanan angkutan kereta api yang menggunakan sarana KRL (Kereta Rel Listrik) yang mempunyai waktu perjalanan dari tempat asal ke stasiun tujuan maksimal selama dua jam dan dalam perjalanannya berhenti di setiap stasiun.
Stasiun yang menjadi tanggungjawab Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek adalah stasiun-stasiun yang khusus/hanya melayani KRL Jabotabek. Stasiun yang bukan hanya melayani KRL Jabotabek atau stasiun yang melayani baik KA jarak jauh, KA lokal maupun KRL Jabotabek disebut stasiun campuran dan menjadi tanggungjawab/ di bawah pengelolaan PT Kereta Api (Persero) Daop 1 Jakarta.
Dasar Pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek
Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan, memberikan kemudahan, keamanan, ketertiban kepada pengguna jasa angkutan kereta api komuter, baik sebelum berangkat, di atas kereta, maupun saat sampai di stasiun tujuan.
Tujuan lainnya adalah menyelenggarakan usaha di bidang lain yang dibebankan oleh Direksi PT Kereta Api (Persero). Dengan kata lain, melalui pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek ini PT Kereta Api (Persero) menghendaki tercapainya :
• Akuntabilitas lebih besar
• Kinerja dapat diukur dengan jelas
• Tanggungjawab terhadap laba/rugi
• Adaptif terhadap lingkungan
• Lebih mandiri
Sejak Tahun 1925
Jalan kereta api listrik dioperasikan pertama sekali pada tanggal 6 April 1925. Jalan yang dilengkapi listrik ini masih sedikit, baru lintas Jakarta – Pasarsenen dan berakhir di Jatinegara serta Jakarta – Gambir – Manggarai sampai Jatinegara.
Pada tanggal 1 Pebruari 1926 lintas Jakarta – Tangjung Priok mulai dioperasikan. Baru pada tanggal 1 Mei 1927 jalan-jalan kereta api listrik yang belum selesai berhasil diselesaikan. Dengan kata lain, pada saat itulah selesai sebuah lintas kereta api listrik keliling kota yang disebut Ring Baan atau Ceintuur Baan.
Sebaliknya untuk lintas Manggarai – Bogor baru berhasil diselesaikan pada tanggal 1 Mei 1930. Namun tentunya kereta api yang melayani tidak seperti kereta api KRL saat ini. Saat itu yang melayani adalah kereta dengan gerbong biasa yang ditarik lokomotif listrik. KRL listrik seperti yang beroperasi saat ini baru dioperaikan pada tahun 1972.
Bidang usaha yang diselengggarakan oleh Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek adalah:
a. Pemasaran angkutan kereta api komuter di wilayah Jabotabek
b. Pengoperasian sarana kereta api di wilayah Jabotabek dan sekitarnya.
c. Pengelolaan stasiun dan pemberhentian (yang khusus melayani penumpang komuter di wilayah Jabotabek dan sekitarnya) dengan tujuan untuk memperoleh nilai tambah dan tambahan pendapatan di luar bisnis inti (jasa angkutan penumpang).
Saat baru mulai beroperasi secara mandiri di luar PT Kereta Api Daop 1 Jakarta, Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek ini mengoperasikan sarana dan prasarana sebanyak:
• rel listrik 343.895 km
• kereta listrik (KRL) 395 unit
• kereta diesel 43 unit
• stasiun 70 stasiun (milik Daop 1 maupun milik Divisi Jabotabek)
|