Jakarta, 28 Maret 2018

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah memprogramkan penambahan formasi rangkaian KRL yang melayani lintas Duri – Tangerang dan penyesuaian frekuensi perjalanan. Sebelum KA Bandara beroperasi, lintas Duri – Tangerang dilayani dengan empat rangkaian KRL formasi delapan kereta (SF 8). Terhitung mulai 29 Maret 2018, PT KCI akan mengoperasikan rangkaian KRL yang lebih panjang yakni formasi 12 kereta (SF 12). Dengan kehadiran dua kereta SF 12 ini, maka lintas Duri – Tangerang akan dilayani oleh dua rangkaian kereta SF 12 dan dua rangkaian kereta SF 8. “Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk kelancaran operasional serta layanan KA Bandara dengan tetap mengakomodir kebutuhan para pengguna KRL,” jelas Direktur Operasi dan Pemasaran KCI Subakir.

Berbagai fasilitas pelayanan guna menunjang beroperasinya rangkaian KRL formasi 12 kereta telah disiapkan PT KAI dan KCI, salah satunya dengan program perpanjangan peron di seluruh stasiun lintas Duri-Tangerang. Dari 11 stasiun yang dilewati KRL lintas tersebut, saat ini seluruhnya telah mampu melayani KRL dengan formasi 12 kereta.

Terkait dengan frekuensi perjalanan KRL, mulai (29/3) jumlah perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang PP akan dikembalikan sesuai Gapeka 2017 yang diberlakukan oleh pemerintah, yaitu 80 perjalanan KRL per hari, dari sebelumnya 90 perjalanan per hari. Jadwal keberangkatan kereta pertama dari Stasiun Tangerang menuju Duri adalah pukul 03.55 WIB, sedangkan kereta pertama dari Stasiun Duri menuju Tangerang pukul 04.45 WIB. Sementara itu, jadwal kereta terakhir dari Stasiun Tangerang menuju Duri adalah pukul 22.30 WIB dan KA terakhir dari Stasiun Duri menuju Tangerang beroperasi pukul 23.45 WIB. Penyesuaian jadwal ini juga disosialisasikan melalui situs resmi (www.krl.co.id) dan akun sosial media PT KCI serta seluruh media informasi di Stasiun dan KRL. Informasi jadwal KRL dalam bentuk flyer juga akan dibagikan petugas PT KCI di stasiun lintas Duri-Tangerang.

 

Informasi Pelayanan dan Alur Pergerakan Pengguna di Stasiun Duri

Sejak Minggu (25/3) lalu peron jalur lima Stasiun Duri mulai dibuka untuk melayani naik dan turun pengguna KRL Duri – Tangerang PP. Seiring dengan dibukanya peron jalur lima, maka saat ini pembagian area naik-turun di Stasiun Duri adalah sebagai berikut:

– Peron Jalur 1: Melayani KRL tujuan Angke / Kampung Bandan / Jatinegara

– Peron Jalur 2: Melayani KRL Tujuan Tanah Abang / Manggarai / Depok / Bogor

– Peron Jalur 3: Melayani KA Bandara Soekarno Hatta

– Peron Jalur 4: Melayani KA Bandara Soekarno Hatta dan masih memungkinkan untuk melayani naik turun pengguna jasa KRL melalui pengaturan operasional

– Peron Jalur 5: Malayani KRL Duri – Tangerang.

Untuk mengakomodir pengguna yang akan berpindah jalur/transit di Stasiun Duri, pada masing-masing peron jalur satu dan jalur lima telah tersedia eskalator untuk naik dan turun. Pengguna juga dapat menggunakan jalur penyebrangan sementara yang tersedia di ujung peron arah Tanah Abang/Grogol yang menghubungkan jalur satu, jalur empat, dan jalur lima.

Selain itu, PT KCI juga akan membangun tangga manual di jalur satu dan jalur lima untuk menyebar titik pengguna berpindah peron melalui bangunan stasiun.

Selama masa awal pemberlakuan perubahan alur pergerakan pengguna ini, Petugas Pelayanan KRL maupun Announcer Stasiun terus aktif memberikan pengumuman kepada pengguna yang hendak transit atau berpindah peron agar menggunakan eskalator. Penambahan petugas keamanan juga terus dilakukan hingga pengguna sudah mulai terbiasa dengan penyesuaian ini.

Sejak bangunan baru Stasiun Duri rampung, seluruh pelayanan pengguna juga dipusatkan di lantai atas bangunan baru. Layanan tersebut termasuk toilet, musala, dan pos kesehatan. Akses keluar masuk stasiun juga dilayani di bangunan baru dengan tujuh gate untuk masuk dan enam gate untuk keluar. Untuk mengakses area pelayanan pengguna ini, tersedia dua eskalator naik, dua eskalator turun, dan satu lift di hall Stasiun Duri.