Dalam rangka mendukung transportasi KA Bandara Soekarno Hatta yang resmi beroperasi pada 2 Januari 2018 lalu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah siap melakukan penyesuaian terhadap ketentuan dan sistem operasional Kereta Rel Listrik (KRL). Penyesuaian ini bertujuan untuk tetap dapat memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa KRL serta amemberikan kepastian bagi seluruh pengguna KRL, khususnya bagi yang ingin mengintegrasikan perjalanan KRL dengan Kereta Bandara Soekarno Hatta.

Pertama, PT KCI telah melakukan penambahan ketentuan terkait barang bawaan yang diperbolehkan ke dalam KRL. Mulai 8 Januari 2018, pengguna tetap dapat membawa barang yang bisa dijinjing sendiri atau diletakkan pada rak bagasi dengan ukuran maksimum 100cm x 40cm x 30cm. Aturan tambahan berlaku untuk pengguna yang membawa koper mulai dari ukuran kabin yakni 18 inci, 19 inci, dan 20 inci hingga ukuran super besar 48cm x 74cm x 29cm. Sementara itu, jumlah total barang bawaan yang nantinya diperbolehkan untuk setiap pengguna adalah sebanyak dua barang ukuran hingga maksimum 100cm x 40cm x 30cm, dan dua koper ukuran hingga maksimum 48cm x 74cm x 29cm. Dengan perubahan ini, pengguna yang naik KRL sebelum maupun sesudah menggunakan KA Bandara dapat lebih diakomodir kebutuhannya membawa barang bawaan dan koper.

Kedua, Untuk mengakomodir pengguna jasa terkait kebijakan penyesuaian jadwal KRL sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang telah ditetapkan Kementrian Perhubungan pada April 2017, maka PT KCI akan mengoperasikan secara bertahap rangkaian KRL yang lebih panjang yakni formasi 12 kereta pada Februari 2018 untuk lintas Duri – Tangerang (PP).

Penambahan kapasitas angkut melalui program perpanjangan rangkaian ini dilakukan agar tetap dapat mengakomodir pengguna jasa meskipun penyesuaian jadwal sesuai GAPEKA 2017 diberlakukan pada saat KA Bandara Mengoperasikan 82 perjalanan per hari nantinya.

Jika KA Bandara telah beroperasi hingga 82 perjalanan maka akan dilakukan penyesuaian jumlah perjalanan KA Lintas Duri-Tangerang sesuai GAPEKA, dari semula 90 perjalanan menjadi 73 perjalanan. Untuk jadwal keberangkatan kereta pertama dari Stasiun Tangerang menuju Duri adalah pukul 04.55 WIB, sedangkan kereta pertama dari Stasiun Duri menuju Tangerang pukul 05.45 WIB. Sementara itu, jadwal kereta terakhir dari Stasiun Tangerang menuju Duri adalah pukul 22.30 WIB dan KA Terakhir dari Stasiun Duri menuju Tangerang beroperasi pukul 23.45 WIB. Adapun penyesuaian jadwal ini akan disosialisasikan melalui situs resmi PT KCI (www.krl.co.id), papan pengumuman stasiun, maupun flyer jadwal KRL terbaru yang akan dibagikan petugas PT KCI di stasiun lintas Duri – Tangerang PP.

Sebelumnya, untuk menjaga kapasitas angkut KRL di lintas Duri – Tangerang PP di tengah penyesuaian jadwal yang akan dilaksanakan, PT KCI juga telah mengoperasikan dua rangkaian KRL yang lebih panjang yakni rangkaian dengan formasi 10 kereta Mulai 6 Desember 2017 lalu.

Penambahan formasi rangkaian kereta ini, akan dilakukan secara bertahap seiring dengan pekerjaan perpanjangan peron di sejumlah stasiun lintas Duri-Tangerang yang juga masih berjalan. Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung program pengoperasian rangkaian KRL hingga formasi 12 kereta.

Untuk saat ini, peron di stasiun Grogol, Taman kota, Bojong Indah, Kalideres, Batu Ceper, Tanah Tinggi dan Stasiun Tangerang telah mampu melayani KRL dengan formasi rangkaian 10 Kereta. Akan tetapi, PT KCI mengimbau para pengguna KRL agar berhati-hati karena masih ada beberapa stasiun yang peronnya belum cukup untuk melayani KRL formasi 10 kereta, di antaranya Stasiun Pesing, Rawa Buaya, dan Poris (2 rangkaian kereta paling belakang belum mendapatkan peron, baik arah Tangerang maupun Duri). PT KCI juga mengimbau para pengguna KRL agar berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan perpanjangan peron yang masih berlangsung pada sejumlah stasiun

Berikut adalah daftar stasiun yang perlu diperhatikan pengguna ketika berada dalam KRL formasi 10 kereta di lintas Tangerang – Duri (PP) :

Stasiun Pesing

Arah Tangerang : 2 kereta belakang belum mendapat peron

Arah Duri : 2 kereta belakang belum mendapat peron

Stasiun Rawa Buaya

Arah Tangerang : 2 kereta belakang belum mendapat peron

Arah Duri : 2 kereta belakang belum mendapat peron

Stasiun Poris

Arah Tangerang : 2 kereta belakang belum mendapat peron

Arah Duri : 2 kereta belakang belum mendapat peron

Untuk lebih memudahkan dan mempercepat proses transaksi tiket, Para calon pengguna KA Bandara Soekarno – Hatta dihimbau untuk menggunakan tiket Kartu Multi Trip (KMT) saat akan menggunakan KRL untuk menuju lokasi stasiun pelayanan KA Bandara. Melalui penggunaan KMT, selama saldo minimum mencukupi para pengguna tidak perlu lagi menuju loket untuk melakukan transaksi tiket ataupun melakukan proses pengembaliam tiket yang berlaku jika menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB).

PT KCI selalu mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam menghadirkan berbagai pilihan moda transportasi bagi masyarakat, termasuk integrasi transportasi KRL dengan KA Bandara Soekarno-Hatta.