PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai penyedia jasa angkutan kereta komuter di Jabodetabek siap untuk melayani para pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) menyambut malam takbiran dan hari besar nasional Idul Fitri serta musim libur Lebaran tahun 2018.

Selama moment libur lebaran termasuk pada saat malam takbiran KRL beroperasi normal yakni sebanyak 928 perjalanan per hari dengan keberangkatan kereta pertama pada pkl 04.00 WIB dan keberangkatan kereta terakhir pada Pukul 23.35 WIB.

Pada malam takbiran pemeriksaan barang bawaan juga akan ditingkatkan, pengguna juga dihimbau tidak membawa barang bawaan yang mudah terbakar seperti petasan, kembang api dan lainnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan pengguna jasa di sejumlah stasiun PT KCI juga melakukan penambahan fasilitas maupun petugas untuk pelayanan dan keselamatan. Tambahan fasilitas dihadirkan dalam bentuk loket portabel, dan penataan alur untuk keluar-masuk penumpang di stasiun. Sementara dari sisi petugas, PT KCI menambah personil pengamanan, pelayanan, serta melakukan posko angkutan lebaran yang diikuti seluruh karyawan.

Guna mendukung kemudahan pengguna KRL bertransaksi, dalam angkutan Lebaran tahun ini PT KCI menyiapkan 233 unit vending machine, 192 loket manual, dan 38 loket portable yang disebar di 79 stasiun. Loket portable sendiri akan difungsikan di stasiun-stasiun yang berpotensi terjadi kenaikan jumlah penumpang antara lain Bogor sebanyak sembilan unit, Bekasi dua unit, Jakarta Kota empat unit, dan Rangkasbitung sejumlah tiga unit.

Untuk mengurangi antrian di loket maupun vending machine, pengguna dapat memilih untuk membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) yang dapat dibeli langsung untuk perjalanan pergi pulang. Perlu diperhatikan bahwa THB PP ini hanya berlaku untuk pengguna yang stasiun tujuannya saat berangkat sama dengan stasiun keberangkatannya saat akan kembali pulang. Bagi pengguna yang ingin membeli KMT, PT KCI juga menyiapkan petugas untuk menjual Kartu Multi Trip (KMT) di luar loket pada sejumlah stasiun besar. Para pengguna THB maupun KMT juga tidak perlu khawatir ketika mengalami salah relasi ataupun saldo kurang saat hendak keluar di stasiun tujuan. Para pengguna cukup mengakses layanan penyelearasan tarif (fare adjustment) yang tersedia melalui mesin, loket, maupun akan dibantu oleh petugas.

Di sejumlah stasiun padat penumpang, PT KCI juga menurunkan seluruh karyawannya yang bukan merupakan frontliner untuk ditugaskan secara bergantian mengikuti posko Lebaran guna membantu pelayanan di stasiun selama masa angkutan Lebaran ini sehingga apabila terjadi kepadatan di stasiun, petugas di lapangan dapat langsung mengatur alur penumpang.

Himbauan bagi pengguna KRL saat angkutan lebaran
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pengguna KRL selama pelayanan angkutan lebaran sebagian besar adalah pengguna yang tidak rutin naik KRL. Biasanya para pengguna juga berjalan dalam kelompok maupun rombongan bersama keluarga dan kerabat. Tujuan para pengguna utamanya adalah untuk bersilaturahmi ke saudara atau mengunjungi tempat-tempat wisata.

Dengan karakteristik tersebut, para pengguna perlu memperhatikan sejumlah hal agar perjalanan bersama keluarga tetap aman dan nyaman. Hal paling utama adalah selalu prioritaskan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ke dalam KRL yang sudah penuh, bersabar mendahulukan penumpang yang turun dari kereta, mengawasi selalu putra dan putrinya, menjaga barang bawaan, serta selalu menuggu KRL di belakang garis aman peron yang berwarna kuning.

KRL sebagai transportasi publik yang dipakai oleh sekitar satu juta orang per hari tentu juga perlu dijaga kebersihannya agar seluruh pengguna tetap merasa nyaman. Dalam hal ini partisipasi dari para pengguna dengan tidak makan, minum, dan membuang sampah di dalam KRL sangat penting. Sampah sebaiknya disimpan hingga menemukan tempat sampah di stasiun tujuan.

Terakhir para pengguna juga dihimbau untuk selalu menjaga ketertiban bersama dengan memahami dan mengikuti aturan serta tata tertib yang ada dalam menggunakan KRL. Aturan tersebut termasuk pembelian dan penggunaan tiket, ukuran barang bawaan, serta selalu memberikan tempat duduk bagi para pengguna prioritas (ibu hamil, ibu dengan bayi dan balita, orang lanjut usia, serta pengguna dengan disabilitas).