Memasuki hari keempat pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kamis pagi (13/1) ini kondisi seluruh stasiun terpantau lancar, kondusif, dan pengguna tetap tertib untuk antre naik KRL. KAI Commuter mencatat pengguna KRL dalam tiga hari pemberlakuan PPKM 11-13 Januari 2021 adalah masing-masing 382.680 (11 Januari), 349.811 (12 Januari), dan 350.869 (13 Januari) atau total sebanyak 1.083.360 orang. Jumlah ini berkurang 5% dibanding hari Senin hingga Rabu pekan lalu yang total mencapai 1.138.175 orang.

Sejalan dengan arahan pemerintah dalam pemberlakuan PPKM, KAI Commuter mulai 11 Januari 2021 melakukan penyesuaian operasional KRL dengan 964 perjalanan KRL per hari dimulai pukul 04.00-22.00 WIB.

Dalam dua hari pemberlakuan PPKM, tren volume pengguna pada pagi hari masih terfokus pada pukul 07.00-08.00 WIB, namun jumlahnya berkurang dibandingkan sebelum adanya PPKM. Sementara pada sore hari, kepadatan pengguna berpusat pada pukul 17:00 – 18:00 WIB. Guna menghindari kepadatan terutama pada sore hari, KAI Commuter mengajak pengguna untuk merencanakan perjalanannya agar terhindar dari potensi kepadatan saat menggunakan KRL dengan memanfaatkan aplikasi KRL Access. Pengguna bisa melihat jadwal, posisi real time KRL, serta kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Acces.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, KAI Commuter telah melakukan protokol kesehatan yang ketat dimulai dari mewajibkan penggunaan masker, menjaga jarak saat di dalam KRL, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, melakukan penyekatan sebelum naik KRL, pembatasan kapasitas pengguna hingga 74 orang per kereta, serta memasang marka physical distancing baik di stasiun maupun di dalam KRL. Selain itu, petugas secara rutin membersihkan sarana KRL dan penyemprotan disinfektan ketika KRL selesai berdinas.

KAI Commuter mengajak seluruh pengguna untuk bekerja sama menekan penyebaran Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas diluar rumah. Selain itu sebagai penyedia jasa transportasi, KAI Commuter memerlukan dukungan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengatur potensi kepadatan pengguna di KRL maupun stasiun. Dukungan tersebut antara lain mengajak para pengguna untuk melaksanakan arahan pemerintah yang membatasi pelaksanaan bekerja dari kantor atau work from office (WFO) sebesar 25% serta mengurangi mobilitas.