KAI Commuter sebelumnya telah memberlakukan sembilan Stasiun Khusus Uang Elektronik yang khusus melayani transaksi pembayaran tiket perjalanan KRL melalui Kartu Multi Trip (KMT) atau Kartu Uang Elektronik Bank pada setiap harinya. Dalam pemberlakuan sembilan Stasiun Khusus Uang Elektronik ini berdampak positif dalam pelayanan kepada para pengguna KRL. Salah satu dampak positifnya yaitu berkurangnya antrean di loket penjualanan tiket, karena harus mengantre untuk membeli tiket setiap akan naik KRL. Hal ini juga mengubah kebiasaan para pengguna KRL yang selalu antre di loket untuk membeli tiket saat akan naik KRL.

Dengan transaksi pembayaran tiket menggunakan uang elektronik ini, para pengguna KRL hanya perlu mengantre jika ada penyekatan untuk naik KRL bila situasi stasiun sudah ramai. Penyekatan ini dilakukan untuk menjaga jumlah pengguna di dalam KRL agar tidak melebihi 74 orang tiap kereta serta upaya dalam memaksimalkan jaga jarak aman di dalam KRL. Dengan menggunakan pilihan transaksi non tunai tersebut setidaknya para pengguna tidak perlu antre di loket setiap akan naik KRL untuk membeli atau mengisi ulang Tiket Harian Berjaminan (THB) maupun antre melakukan refund uang jaminan setelah menggunakan KRL.

KAI Commuter mencatat rata-rata volume pengguna KRL perharinya pada bulan Januari 2021 di sejumlah stasiun, seperti Stasiun Jakarta Kota, Bekasi, Kranji, Bojonggede, Citayam, Depok, Depok Baru, Parung Panjang, Tanah Abang, serta Stasiun Angke sejumlah 95.901 orang. Sedangkan rata-rata volume pengguna KRL perharinya di sepuluh stasiun tersebut pada bulan Februari 2021 naik sejumlah 8% dengan jumlah sebanyak 103.653 orang.

Dengan meningkatnya volume pengguna KRL dan tingginya prosentase penggunaan uang elektronik di stasiun-stasiun tersebut yaitu sebanyak 77,1% dari seluruh transaksi pembayaran tiket KRL, KAI Commuter akan memberlakukan 10 stasiun tersebut, yaitu Stasiun Jakarta Kota, Bekasi, Kranji, Bojonggede, Citayam, Depok, Depok Baru, Parung Panjang, Tanah Abang, serta Stasiun Angke  menjadi Stasiun Khusus Uang Elektronik yang hanya melayani transaksi pembayaran tiket perjalanan KRL melalui Kartu Multi Trip (KMT) atau Kartu Uang Elektronik Bank mulai Kamis, 25 Maret 2021 mendatang.

Pemberlakuan Stasiun Khusus Uang Elektronik ini, juga bisa meningkatkan pelayanan kepada para pengguna KRL dan mengurangi antrea di stasiun. Para pengguna tidak perlu antre di loket setiap akan naik KRL untuk membeli atau mengisi ulang Tiket Harian Berjaminan (THB) maupun antre melakukan refund uang jaminan setelah menggunakan KRL. Dengan demikian, dua proses antrean tersebut dapat dimininalisir. Para penggunaan KMT juga memiliki kelebihan lainnya dalam transaksi pembayaran tiket KRL, seperti kemudahan memperoleh KMT di seluruh stasiun dengan harga Rp 30.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000, serta pengguna KMT juga bisa melakukan cek saldo dengan menggunakan aplikasi KRL Access.

Mulai tanggal 25 Maret 2021, di sepuluh Stasiun Khusus Uang Elektronik tersebut sudah tidak melayani penjualanan Tiket Harian Berjaminan (THB).  Bagi pengguna Tiket Harian Berjaminan Pergi Pulang (THB PP) tetap dapat keluar (tap out) di sepuluh stasiun ini dan kemudian naik KRL kembali (tap in) di stasiun tersebut, asalkan sesuai dengan relasi stasiun pergi-pulangnya. Bagi pengguna THB sekali perjalanan hanya dapat keluar (tap out), tetapi tidak bisa melakukan refund THB di stasiun-stasiun tersebut.

KAI Commuter berharap para pengguna dapat menyesuaikan kebijakan baru ini. Sebelum resmi diberlakukan, KAI Commuter akan terus melakukan sosialisasi secara konsisten baik melalui petugas di lapangan maupun melalui media sosial @commuterline.