Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) menyelenggarakan lomba bermain rubik di dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang dimulai dari Stasiun Jakarta Kota dan berakhir di Stasiun Lenteng Agung. Mengusung tajuk Rubik On Train, kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta anak-anak dengan rentang usia 8-18 tahun dari berbagai komunitas pegiat rubik di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan memberikan edukasi yang dikemas dalam bentuk hiburan. Di Hari Anak Nasional ini, kami mengajak anak-anak dari Komunitas Rubik berlomba menyusun kembali rubik di dalam KRL. Hal ini dapat memupuk kebiasaan baik agar anak-anak tidak terlalu terpapar dan asyik sendiri dengan gawainya masing-masing”, jelas VP Corporate Communication PT KCI, Eva Chairunisa.

Perlombaan dibuka di Stasiun Jakarta Kota dimana seluruh peserta memasuki rangkaian KRL lalu lomba dibagi ke dalam dua babak. Babak pertama menyaring 50 peserta menjadi 10 peserta tercepat. Kemudian babak kedua akan menentukan peserta yang menjadi tiga besar sebagai juara lomba rubik. Kegiatan juga diselingi dengan mini games dan sharing taktik terbaru penyelesaian rubik oleh para professional rubik.

 

Seluk Beluk Si Kubus

Rubik merupakan permainan jenis puzzle yang sudah ada sejak 1974, ditemukan oleh Erno Rubik, seorang profesor bidang arsitektur di Hungaria. Tidak butuh sistem yang rumit, permainan ini hanya bermodalkan satu buah kubus dari plastik, yang terdiri dari 27 bagian kecil yang berputar pada poros yang tak terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan pecahan permukaan, yang terdiri dari enam bagian yang berbeda. Aturan mainnya sederhana saja, di mana pemain harus bisa membuat setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna yang sama, dengan cara memutar bagian potongan kubus sedemikian rupa.

Terlepas dari bentuknya yang kecil dan sederhana, rubik menyimpan banyak manfaat bagi anak-anak yang mungkin tidak bisa didapatkan dari permainan lainnya. Rubik, atau acapkali disebut kubus karena bentuknya, dapat menjadi metode yang ampuh untuk mengajarkan algoritma, yang merupakan fondasi bagi pemrograman komputer.

Dengan bermain rubik, anak-anak akan belajar mencari solusi setahap demi setahap. Mereka akan mendapatkan pengalaman untuk berpikir secara kritis dan akhirnya menghasilkan strategi yang fleksibel serta efektif untuk memecahkan suatu masalah.

Tidak hanya itu, Patrick Bossert, yang menulis buku instruksi permainan rubik berjudul You Can Do The Cube pada tahun 1981, memberikan pandangan bahwa rubik dapat menstimulasi pemikiran logis dari anak-anak, khususnya yang mencakup formula “jika…maka”. Contohnya, jika kita memutar rubik ke suatu posisi, maka warna biru akan muncul di sebelah warna hijau. Anak-anak akan banyak menemukan konsep ini dalam pelajaran matematika dan ekonomi.

Bossert juga meyakini bahwa permainan ini dapat membangun kepekaan spasial di dalam pikiran anak-anak, yakni kemampuan untuk melihat dan memahami dua atau lebih objek yang saling berhubungan satu sama lain. Pasalnya, dalam permainan rubik, anak-anak akan belajar bagaimana penempatan posisi yang tepat.

 

Rubik Keluaran C-Corner

Momen Hari Anak Nasional tahun ini menjadi berbeda karena KCI memperkenalkan merchandise baru yakni Rubik Ukuran 3×3 layer 3 yang dijual di outlet C-Corner. Rubik dengan tampilan kepala KRL ini dibanderol seharga Rp 75.000 dan bisa didapatkan di seluruh outlet C-Corner diantaranya di Stasiun Juanda, Tanah Abang, dan Bogor. Selain itu juga dijual secara online melalui website www.c-corner.krl.co.id.

Melalui kegiatan Rubik On Train, PT KCI berhadap dapat memberikan inspirasi bagi seluruh anak di Indonesia untuk mulai bermain rubik, hingga akhirnya mendapatkan sederet manfaat yang terkandung di dalam permainan tersebut.