Jakarta, 11 Januari 2017

Meskipun banyak yang telah dilakukan sepanjang tahun 2016 oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), berbagai upaya modernisasi, inovasi, dan perbaikan akan berlanjut pada 2017. Awal tahun ini, PT KCJ akan mengumumkan inovasi terbaru di bidang transaksi e-ticketing. Inovasi tersebut adalah kemudahan melakukan isi ulang Kartu Multi Trip (KMT) dan Tiket Harian Berjaminan (THB) melalui minimarket, serta top up KMT melalui transfer bank jaringan ATM bersama dan SMS / internet banking. Pengembangan sistem transaksi e-ticketing tersebut rencananya sudah mampu dirasakan para pengguna pada Februari 2017.

Selain program kerjasama untuk kemudahan top up KMT dan isi ulang THB, tahun ini PT KCJ juga akan merealisasikan penambahan sekitar 400 unit vending machine yang terdiri dari mesin untuk transaksi tiket, mesin khusus top up KMT, serta mesin untuk fare adjustment. Fare adjustment merupakan program PT KCJ untuk menghilangkan denda pinalti pada saat pengguna THB kurang bayar atau turun pada jarak stasiun yang lebih jauh atau tidak sesuai dengan transaksi pada tiket.

Untuk tahun 2017 PT KCJ memprogramkan dapat melayani 292.340.798 penumpang atau bertambah sekitar 12 juta penumpang jika dibandingkan realisasi volume penumpang tahun lalu. Untuk dapat terus mengakomodir peningkatan jumlah pengguna jasa, perpanjangan rangkaian dengan formasi 12 kereta juga terus dilakukan melalui program penggabungan KRL yang formasinya satu rangkaian delapan kereta.

Perpanjangan wilayah operasi KRL juga akan dilakukan pada awal tahun ini. Dalam waktu dekat KRL akan mulai beroperasi sampai dengan Stasiun Rangkas Bitung. Bersamaan dengan beroperasinya KRL ke Rangkas Bitung, Stasiun Angke juga akan kembali dibuka untuk pelayanan KRL. Pengoperasian KRL ke Rangkas akan menggantikan keberadaan kereta api lokal yang selama ini beroperasi. Penggantian KA Lokal ke KRL seluruhnya akan berlangsung bersamaan dengan berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) untuk tahun 2017.

Sementara untuk memastikan keselamatan penumpang pada saat akan berpindah peron, diprogramkan pada maret 2017 fasilitas JPO yang dilengkapi dengan enam eskalator di Stasiun Tanah Abang telah dapat digunakan. Sementara terkait pembangunan jalur penyebrangan bawah tanah atau underpass yang proses pembangunannya telah dimulai sejak akhir 2016 di Stasiun Tebet, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Pondok Ranji, dan Sudimara ditargetkan akan selesai pada April 2017 sehingga pengguna jasa dapat menikmati fasilitas penyebrangan yang mengutamakan keselamatan tersebut.

Beragam program tersebut tentu adalah bagian dari upaya KCJ mencapai target melayani 1,2 juta penumpang per hari pada tahun 2019. Target ini tentu bukan hanya peningkatan kuantitas semata, tetapi juga kualitas dari pelayanan KRL.