PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berbenah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna KRL Jabodetabek. Sepanjang tahun 2016 ini, PT KCJ dan PT KAI telah melakukan sejumlah perbaikan fasilitas diantaranya perpanjangan peron, pembangunan pos kesehatan, toilet, dan musholla di sejumlah stasiun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna kereta. Pada akhir 2016 hingga awal tahun depan, fasilitas yang terus diperbaiki oleh PT KCJ adalah fasilitas untuk pengguna jasa berpindah antar peron dengan mengedepankan keselamatan, dan perluasan hall stasiun sebagai bentuk dukungan integrasi antar moda.

Dalam memperkuat integrasi antarmoda, PT KCJ dan PT KAI terus mendorong dibangunnya fasilitas pelayanan penumpang yang menunjang. Stasiun Tebet adalah salah satu contoh stasiun yang sudah mulai terintegrasi antarmoda. Di area Stasiun Tebet telah tersedia moda angkutan lainnya sejak April 2016.

Bersama dengan berbagai pemangku kepentingan, PT KCJ dan PT KAI mengupayakan agar Stasiun Tebet terus dikembangkan. Mulai Oktober 2016, telah dilakukan sejumlah tahapan perluasan area hall Stasiun Tebet dan pembangunan underpass penumpang.

Underpass di Stasiun Tebet ini merupakan satu dari tujuh underpass stasiun yang sedang dibangun. Selain Tebet, saat ini juga sedang dibangun underpass di Stasiun Cilebut, Bojonggede, Citayam, Sudimara, Pondok Ranji, dan Stasiun Manggarai. Sementara untuk Stasiun Tanah Abang saat ini sedang dilakukan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) antar peron yang akan dilengkapi dengan enam unit eskalator.

Pada proses pembangunan fasilitas Stasiun ini, sejumlah batas berhenti KRL harus bergeser sementara, misalnya batas berhenti kereta di Stasiun Tanah Abang dan Tebet. Selain itu, para pengguna juga menyebrang dengan melalui perlintasan sementara. Namun di tengah berbagai penyesuaian selama masa pembangunan, PT KCJ dan PT KAI tetap mengupayakan seluruh pelayanan bagi penumpang berjalan maksimal.

Pembangunan underpass dan JPO ini adalah upaya untuk meningkatkan keselamatan para pengguna. Setelah pembangunan berbagai fasilitas tersebut selesai, perpindahan penumpang antarperon yang melintas di rel akan ditutup, sehingga keselamatannya semakin terjamin. Perbaikan fasilitas ini juga sejalan dengan upaya memperlancar pergerakan pengguna di Stasiun, karena pertumbuhan jumlah pengguna yang semakin besar menuju target 1,2 juta penumpang per hari di tahun 2019.