Memasuki satu minggu Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin pagi ini, (18/1) kondisi seluruh stasiun terpantau lancar, kondusif, dan pengguna tetap tertib untuk antre naik KRL. KAI Commuter mencatat total pengguna KRL selama satu minggu pemberlakuan PPKM (11-17 Januari 2021 adalah sebanyak2.291.786 orang. Jumlah ini berkurang 3% dibanding hari minggu sebelumnya sebelum masa PPKM diberlakukan (4-10 Januari 2021) dengan total pengguna KRL mencapai 2.369.823 orang.

Sejalan dengan arahan pemerintah dalam pemberlakuan PPKM, KAI Commuter mulai 11 Januari 2021 melakukan penyesuaian operasional KRL dengan total mengoperasikan perjalanan KRL sebanyak 964 perjalanan per hari dengan jam operasional perjalanan KRL dimulai pukul 04.00-22.00 WIB setiap harinya. KAI Commuter juga tetap memberlakukan pembatasan jumlah pengguna ditiap perjalanan KRL dengan kuota 74 orang per keretanya. Hal ini dilakukan untuk terciptanya physical distancing di seluruh perjalanan KRL.

Dalam satu minggu pemberlakuan PPKM ini, tren volume pengguna KRL tiap harinya masih terfokus pada peak hour yaitu pada pagi hari antara pukul 07.00-08.00 WIB terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan pagi yang menuju keatah Jakarta. Sedangkan pada sore hari kepadatan pengguna KRL terjadi antara pukul 17.00-18.00 WIB, terutama pada stasiun-stasiun di wilayah Jakarta namun jumlahnya berkurang dibandingkan sebelum pemberlakuan PPKM.

Guna menghindari kepadatan terutama pada jam-jam pagi dan sore hari, KAI Commuter mengajak pengguna untuk merencanakan perjalanannya agar terhindar dari potensi kepadatan saat menggunakan KRL dengan memanfaatkan aplikasi KRL Access. Pengguna bisa melihat jadwal, posisi real time KRL, serta kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Acces.

Tidak hanya pada pemberlakuan PPKM ini, KAI Commuter selama masa pandemi Covid-19 ini telah melakukan protokol kesehatan yang ketat dimulai dari mewajibkan penggunaan masker, menjaga jarak saat di dalam KRL, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, melakukan penyekatan sebelum naik KRL, serta memasang marka physical distancing baik di stasiun maupun di dalam KRL. Selain itu, petugas secara rutin membersihkan sarana KRL dan penyemprotan disinfektan ketika KRL selesai berdinas.

KAI Commuter mengajak seluruh pengguna untuk bekerja sama menekan penyebaran Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas diluar rumah. Selain itu sebagai penyedia jasa transportasi, KAI Commuter memerlukan dukungan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengatur potensi kepadatan pengguna di KRL maupun stasiun. Dukungan tersebut antara lain mengajak para pengguna untuk melaksanakan arahan pemerintah yang membatasi pelaksanaan bekerja dari kantor atau work from office (WFO) sebesar 25% serta mengurangi mobilitas.