Jakarta, 11 Januari 2017

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sepanjang tahun 2016 telah melakukan modernisasi layanan KRL Jabodetabek di berbagai bidang. Modernisasi ini tujuan utamanya adalah menambah kapasitas angkut di tengah berbagai keterbatasan infrastruktur, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengguna. Modernisasi menyentuh berbagai bidang mulai dari perawatan sarana KRL, penyediaan informasi bagi pengguna, pembangunan fasilitas pelayanan, hingga aksesibilitas dan keselamatan pengguna.

Sejumlah inovasi pada tahun 2016 lalu yang berhasil dilaksanakan KCJ antara lain adalah penambahan rangkaian kereta dengan formasi dua belas dan sepuluh kereta, perluasan hall stasiun, pemasangan guiding block (ubin penunjuk arah bagi pengguna dengan disabilitas), serta pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan underpass stasiun. Hasilnya, PT KCJ mampu melayani 280.588.767 pengguna sepanjang 2016. Jumlah tersebut meningkat 8,9% dibanding tahun 2015.

Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut merupakan buah dari upaya menambah kapasitas angkut melalui perpanjangan rangkaian kereta tanpa menambah jumlah perjalanan, dengan pertimbangan keterbatasan kapasitas lintas jalur rel. Hingga akhir 2016, PT KCJ telah mengoperasikan 18 rangkaian dengan formasi 12 kereta dan 29 rangkaian dengan formasi 10 kereta.

Kehandalan sarana KRL saat ini juga didukung melalui metode change unit dengan memperbanyak ketersediaan suku cadang. “Melalui metode ini, komponen pada kereta yang rusak dapat langsung kami ganti sepenuhnya dengan yang baru kemudian kereta kembali siap digunakan. Perbaikan komponen dilakukan terpisah, sehingga tidak banyak menganggu pengoperasian KRL,” jelas Direktur Utama PT KCJ Muhammad Nurul Fadhila.

Dari segi operasi, tahun ini PT KCJ telah membuka kembali Stasiun Ancol mulai 25 Juni 2016.

Modernisasi layanan selanjutnya adalah terkait layanan informasi dan transaksi bagi pengguna. PT KCJ telah mengoperasikan 50 unit vending machine yang tersebar di 13 stasiun. Selanjutnya untuk tahun 2017 PT KCJ akan menambah 400 unit mesin, sehingga diharapkan seluruh stasiun akan memiliki vending machine. Agar antrian pengguna di gate masuk maupun keluar stasiun semakin lancar, PT KCJ juga mengadakan 200 unit gate elektronik yang sebagian besar telah terpasang di sejumlah stasiun KRL Jabodetabek.

Bagi pengguna KRL, akses informasi kini juga semakin meluas. Sejak 2015, PT KCJ telah mengembangkan aplikasi KRL Access agar pengguna dapat mengetahui posisi kereta terkini. Sementara di 40 stasiun telah tersedia Papan Informasi KRL (PIK) yang memberi informasi bagi pengguna posisi kereta terdekat dari stasiun tempatnya menunggu. Para pengguna kini juga lebih mudah mengetahui tujuan KRL yang berhenti di stasiun, karena pada 17 rangkaian kereta telah terpasang papan relasi elektonik. Papan yang letaknya di dekat pintu kereta tersebut menampilkan stasiun tujuan akhir kereta.

 

Pembangunan Fasilitas Pelayanan

Sejak tahun 2016, PT KCJ juga mulai berkonsentrasi pada perbaikan fasilitas pelayanan di stasiun. Fasilitas yang dibangun antara lain adalah pos kesehatan. Pada 2016 PT KCJ membangun 13 pos kesehatan di stasiun, sehingga saat ini telah ada 22 stasiun yang memiliki fasilitas pos kesehatan. Di pos kesehatan tersebut, PT KCJ menugaskan 71 orang paramedis yang siap memberikan pertolongan pertama saat ada keadaan darurat di stasiun.

Pembangunan sejumlah fasilitas pelayanan yang telah berlangsung sejak tahun 2015 terus dilanjutkan oleh KCJ. Tahun 2016 telah terpasang kursi sandar dan kursi prioritas peron di 20 stasiun. Perpanjangan peron pun berlanjut di tujuh stasiun yaitu Pasar Minggu, Pasar Minggu Baru, Citayam, Cakung, Sudimara, Pondok Ranji, dan Lenteng Agung. Selain itu PT KCJ menyelesaikan pembangunan toilet dan musholla baru di Stasiun Bojonggede, Pondok Cina, dan Tangerang.

 

Pemenuhan Fasilitas bagi Pengguna dengan Disabilitas

Pekerjaan utama terkait fasilitas pelayanan yang dimulai pada 2016 salah satunya adalah pemasangan guiding block sebagai penunjuk jalur bagi tunanetra. Guiding block yang telah terpasang di 35 stasiun ini diharapkan dapat membantu para pengguna KRL dengan disabilitas terutama tunanetra untuk tetap dapat menggunakan jasa angkutan KRL. Sebelumnya pemenuhan fasilitas bagi pengguna dengan disabilitas telah dipenuhi di seluruh stasiun berupa media informasi dalam bentuk audio dan visual yaitu informasi petugas announcer, papan informasi KRL, dan sejumlah rambu atau signage. Sementara di dalam KRL informasi dipenuhi oleh Petugas Pelayanan KRL dan perangkat auto announcement.

Untuk mempermudah aktifitas pengguna dengan disabilitas, PT KCJ membuat jalur khusus berupa bidang miring untuk penumpang yang menggunakan kursi roda agar di stasiun. Pemenuhan seluruh fasilitas itu akan terus berlanjut di seluruh stasiun KRL Jabodetabek. Sementara di stasiun yang belum memiliki fasilitas tertentu, PT KCJ telah menyiapkan petugas pelayanan dan pengamanan yang siap membantu para pengguna dengan disabilitas beraktifitas di stasiun.

 

Penambahan Fasilitas Penyebrangan Antarperon dan Perluasan Hall Dukung Integrasi Antarmoda

Untuk mengutamakan keselamatan dan memudahkan aktifitas penumpang berpindah antar peron, PT KCJ juga telah merealisasikan pekerjaan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan underpass di dalam stasiun. JPO dibangun di Stasiun Tanah Abang sebagai salah satu stasiun transit tersibuk. Secara fisik pembangunan JPO yang akan dilengkapi dengan enam eskalator tersebut telah selesai 80%. Rencananya pada maret 2017 fasilitas JPO di Stasiun Tanah Abang telah dapat digunakan. Sementara terkait pembangunan jalur penyebrangan bawah tanah atau underpass saat ini pembangunannya terus berjalan di Stasiun Tebet, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Pondok Ranji, dan Sudimara.  PT KCJ menargetkan pada April 2017 pengguna jasa mulai dapat menikmati fasilitas penyebrangan yang mengutamakan keselamatan tersebut.

Selain pembangunan JPO dan underpass PT KCJ juga telah memperluas Hall Stasiun antara lain di Stasiun Bogor dengan membuat bangunan baru untuk memisahkan alur pergerakan penumpang yang masuk dengan keluar stasiun.  Selain Bogor saat ini proses perluasan hall juga masih berlangsung di Stasiun Tebet. Dengan program tersebut maka nantinya Stasiun Tebet akan memiliki tiga akses masuk/keluar dari sebelumnya hanya satu akses.

Perluasan hall ini sejalan dengan upaya KCJ mendukung integrasi antarmoda di Jabodetabek. Khusus di Stasiun Tebet, perluasan hall memudahkan pergerakan pengguna dari stasiun menuju halte Transjakarta. Sepanjang tahun 2016 tercatat ada tiga stasiun KRL yang telah terintegrasi dengan Transjakarta yaitu Tebet, Manggarai, dan Palmerah.

Dukungan integrasi antarmoda melalui kerjasama dengan pemerintah daerah setempat juga merupakan solusi jangka pendek dalam memberikan alternatif pilihan moda transportasi sementara menunggu penyelesaian pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Saat ini kondisi lalu lintas perjalanan kereta api yang padat kerap menimbulkan antrian atau waktu tunggu saat KRL akan melintas di Stasiun Manggarai.