PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjadi babak terbaru pengelolaan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya. Hadirnya KCI merupakan kelanjutan dari pendahulunya yaitu PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) yang selama sembilan tahun telah hadir melayani para pengguna setia KRL.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. PT KCJ ketika itu dipersiapkan untuk mendapatkan penugasan yang lebih luas lagi dari perusahaan induk, PT Kereta Api Indonesia (Persero). Penugasan tersebut adalah perluasan wilayah operasional antara lain ke Rangkas Bitung di arah barat Jakarta dan Cikarang di arah timur Jakarta. Perluasan ini tentu membuat terminologi “Jabodetabek” dalam nama PT KCJ tidak lagi dapat mengakomodir cakupan wilayah operasinya.

Keputusan perubahan nama ini tertuang dalam risalah Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 7 September 2017. Selanjutnya perubahan tersebut dilaporkan ke pemerintah dan resmi dicatat dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia nomor AHU-0019228.AH.01.02 tanggal 19 September 2017.

Layanan KRL Commuterline memang menjadi etalase perkeretaapian di Indonesia. Itulah sebabnya dalam beberapa tahun belakangan layanan KRL terus ditingkatkan.

Tahun 2017 ini misalnya, PT KCI telah menyelesaikan pembangunan enam terowongan penyebrangan orang dan satu jembatan penyebrangan orang. Pembangunan fasilitas ini tentunya bertujuan meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjamin keselamatan pengguna saat berpindah peron. Tahun depan pembangunan terowongan penyebrangan orang akan dimulai di empat stasiun.

Pengembangan sistem tiket elektronik tahun ini juga mencapai babak baru dengan hadirnya layanan isi ulang di mini market. Layanan ini mengawali pengembangan sistem tiket elektronik KRL untuk dapat dimanfaatkan di luar ruang lingkup PT KCI. Tahun ini pula sistem tiket elektronik akan disempurnakan dengan mekanisme penyelarasan tarif (fare adjustment) sehingga pengguna KRL nantinya tidak perlu lagi khawatir terkena penalti bila saldo maupun relasinya kurang saat melakukan tap out.

Dari segi operasional, PT KCI terus berupaya meningkatkan kapasitas angkut dengan menambah jumlah perjalanan maupun menambah rangkaian kereta dengan formasi 10 dan 12 kereta. Jumlah perjalanan KRL tahun ini telah mencapai 918 perjalanan per hari yang dilayani dengan 81 rangkaian kereta.

Berbagai peningkatan kinerja dan layanan ini membuat kepercayaan dari para pengguna semakin bertambah. Hasilnya, volume penguna jasa semakin meningkat hingga mencapai rata-rata 950.000 – 1.000.000 setiap harinya. Bahkan pada 19 Juni 2017 tercatat volume pengguna mencapai 1.065.922 pengguna, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah beroperasinya KRL.

Berbagai pencapaian tersebut tentunya menjadi standar yang akan terus dijaga seiring semakin meluasnya lingkup operasi PT KCI. “Kami akan terus menjaga kepercayaan publik ini. Perluasan operasi KRL hingga di wilayah-wilayah selain Jabodetabek juga berarti perbaikan akses transportasi dan peluang pemberdayaan ekonomi daerah di lokasi-lokasi baru,” ucap Direktur Utama PT KCI, Muhammad Nurul Fadhila. Program pengembangan terdekat dari KCI adalah mengoperasikan KRL hingga Stasiun Cikarang pada Oktober mendatang sesuai amanat dari Pemerintah dan PT KAI.