Info KRL :

 

Jakarta, 7 Februari 2018

Menindaklanjuti surat edaran perihal lowongan pekerjaan dengan informasi yang bertuliskan “KAI KRL Membutuhkan Tenaga Kerja Kasar”, bersama ini kami sampaikan bahwa surat edaran dan informasi tersebut tidak benar. Informasi lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan PT KAI (Persero) tersebut dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut VP Humas PT KAI (Persero), Agus Komarudin, segala proses rekrutmen resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga proses pengiriman berkas HANYA dilakukan melalui website resmi PT KAI yakni recruitment.kai.id. Dengan beredarnya surat tersebut PT KAI (Persero) akan menelusuri lebih lanjut dan akan melakukan koordinasi dengan pihak berwajib. Himbauan kepada masyarakat terkait hal tersebut juga akan disampaikan melalui seluruh media informasi resmi perusahaan.

Sementara, menurut VP Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia, Eva Chairunisa, PT KCI merupakan anak perusahaan dari PT KAI (Persero) yang bergerak di bidang operator layanan jasa transportasi KRL dan untuk informasi proses penerimaan pegawai di PT KCI hanya dilakukan melalui melalui situs resmi perusahaan yakni www.krl.co.id serta tidak menggunakan media informasi lainnya.

PT KAI (Persero) dan PT KCI juga menegaskan bahwa pada proses penerimaan pegawai, setiap calon pegawai tidak dikenakan biaya apapun dari perusahaan.

Dengan beredarnya informasi tersebut PT KAI dan PT KCI mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada khususnya terkait informasi penerimaan pegawai yang diinformasikan oleh pihak lain diluar instansi resmi perusahaan. Masyarakat juga diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen. Jangan mudah tertarik dan waspada akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan untuk menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KAI dan anak perusahaannya. Selain itu, PT KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meneruskan/menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen yang terindikasi palsu untuk menghindari semakin banyaknya orang yang tertipu oleh oknum pembuat rekrutmen palsu tersebut.