Tren volume pengguna KRL dalam beberapa pekan terakhir ini menunjukkan semakin banyak pengguna yang kembali memanfaatkan KRL Commuter Line untuk beraktivitas terutama di hari kerja. Kamis (21/10) dan Jumat (22/10) pekan lalu mencatat volume pengguna KRL yaitu 407.290 dan 406.040 pengguna. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juli 2021.

Para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL kami himbau untuk mempersiapkan perjalanannya sejak awal dan mengikuti aturan yang ada serta disiplin protokol kesehatan. Persiapan dan perencanaan perjalan penting terutama pada hari Senin esok mengingat awal pekan rutin menjadi hari dengan jumlah pengguna KRL paling banyak dibandingkan hari-hari lainnya. KAI Commuter mencatat, hari Senin merupakan hari kerja dengan volume pengguna KRL terbanyak usai libur akhir pekan. Guna menghindari antrean di stasiun pada awal pekan esok, KAI Commuter mengimbau para pengguna untuk kembali ke Jakarta ataupun lokasi wilayah aktivitas kerjanya dengan memanfaatkan layanan KRL yang lebih lengang pada hari Minggu di akhir pekan ini.

KAI Commuter mencatat volume rata-rata pengguna KRL Jabodetabek setiap hari Senin sepanjang bulan Oktober ini sebanyak 396.469 pengguna, atau lebih tinggi 14% dibandingkan dengan jumlah volume rata-rata harian hingga tanggal  22 Oktober ini yaitu sebanyak 348.022 pengguna.

Pergerakan pengguna KRL pada hari kerja juga masih terkonsentrasi pada jam-jam sibuk, di pagi hari terkonsentrasi pada pukul 06.00 – 08.00 WIB, sedangkan pada sore hari terkonsentrasi pada pukul 16.00 – 18.00 WIB. Selain di waktu tersebut KRL nampak lebih lengang dan tidak ada antrean penyekatan pengguna. Saat ini KAI Commuter mengoperasikan layanan perjalanan KRL Jabodetabek mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB dengan mengoperasikan 999 perjalanan KRL per harinya. Para pengguna jasa dapat memanfaatkan akhir pekan ini maupun waktu-waktu tersebut untuk naik KRL dengan lebih nyaman.

Pada pemberlakuan PPKM saat ini, KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL menggunakan masker ganda dengan masker medis dilapis oleh masker kain, kemudian mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak aman dengan pengguna. Calon pengguna KRL juga wajib menunjukan sertifikat vaksin baik secara fisik (dicetak) maupun secara digital kepada petugas. Pembatasan kapasitas pengguna KRL juga masih berlaku yaitu 32% sebagaimana yang ada selama ini.

Aturan-aturan tambahan selama masa pandemi ini juga tetap berlaku di KRL Commuter Line. Seperti aturan untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di dalam kereta, hingga lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00 atau di luar jam-jam sibuk, serta anak balita sementara dapat naik KRL hanya untuk keperluan medis yang ditunjukkan dengan surat-surat.

Pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access. Dengan perencanaan yang baik dan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang berlaku bisa menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi. Tentunya upaya tersebut memerlukan dukungan dari para pengguna agar tetap dapat beraktivitas kembali dengan sehat dan produktif.