KAI Commuter sebagai anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (persero) yang mengoperasikan layanan kereta komuter mendukung kerja sama KAI dengan Pemerintah Kota Bogor dalam upaya peningkatan layanan dan akses di Stasiun Bogor. Dengan diresmikannya Alun-Alun Kota Bogor pada hari ini (17/12) yang juga terhubung langsung ke Stasiun Bogor, KAI Commuter telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung layanan bagi pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) dan wisatawan yang akan naik maupun turun dari stasiun.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo pada saat persemian mengatakan, bahwa integrasi Stasiun Bogor dengan Alun-Alun Kota Bogor akan menjadikan kawasan tersebut menjadi seperti kawasan downtown yang ada di kota-kota di Eropa.

Kota Bogor merupakan salah satu kota modern sejak dahulu dan sampai saat ini terus mengalami perkembangan. Hal ini terlihat dari mobilitas masyarakatnya, khususnya komuter, yang terus mengalami peningkatan.

“Sebelum pandemi, Stasiun Bogor melayani 70 juta pengguna KRL pertahun atau sekitar 45-50 ribu pengguna KRL perharinya. Dan pada saat ini di masa pandemi, jumlah pengguna KRL telah mencapai hampir 50% dibanding masa normal,” ujar Didiek.

Didiek berharap adanya integrasi Stasiun Bogor dengan Alun-Alun Kota Bogor ini semakin akan mempermudah mobilitas masyarakat dalam bertransportasi.

Dengan kerja sama tersebut, akses dari sisi timur Stasiun Bogor yang terhubung dengan alun-alun telah dibuka oleh KAI. “Untuk mendukung pembukaan pintu akses ini, kami di KAI Commuter menyiapkan 10 unit gate elektronik, dua unit vending machine tiket dan membuka satu loket pada pintu akses sisi timur / alun-alun Stasiun Bogor. Akses sisi timur Stasiun Bogor ini melengkapi akses keluar masuk pengguna yang sebelumnya sudah tersedia melalui sisi barat atau dari Jalan Mayor Oking. Dari pintu akses barat tersebut sudah tersedia 21 unit gate elektronik, empat unit vending machine tiket, dan dua loket,” jelas Direktur Utama KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar.

Dukungan lainnya guna semakin memperkenalkan potensi wisata Kota Bogor kepada para pengguna KRL, KAI Commuter juga meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Kota Bogor. Desain KMT edisi khusus ini mengangkat landmark dan icon wisata Kota Bogor antara lain Tugu Kujang, Istana Bogor, dan alam pengunungan. KMT ini akan dapat dibeli oleh pengguna KRL mulai pertengahan Januari 2022 mendatang.

Dengan terhubungnya Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor dalam satu kawasan fasilitas publik yang berkualitas, ramah lingkungan, ramah pejalan kaki, dan ramah disabilitas, KAI Commuter mengajak masyarakat, wisatawan, dan para pengguna KRL untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik dan transportasi publik. Kawasan fasilitas publik yang terintegrasi dengan berbagai transportasi khususnya KRL ini diharapkan mendorong wistawan untuk mengunjungi Kota Bogor menggunakan layanan transportasi publik.

Akses yang terhubung ke Alun-alun Kota Bogor juga akan memudahkan dan menarik wisatawan ke Bogor. “Selama ini, karakteristik pengguna KRL yang naik dan turun dari Stasiun Bogor juga berbeda saat hari kerja dengan ketika akhir pekan. Saat hari kerja mayoritas adalah pengguna rutin yang menggunakan KRL untuk pergi bekerja, sementara saat akhir pekan didominasi mereka yang ingin berwisata di Bogor,” ujar Roppiq.

Namun pembukaan akses ini akan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan upaya pengaturan pengguna di Stasiun Bogor. Pada setiap Senin – Jumat pukul 04:00 – 08:00 akses pintu diatur hanya untuk pengguna yang akan keluar dari stasiun. Sementara di luar waktu tersebut pintu dapat digunakan untuk pengguna yang hendak masuk maupun keluar stasiun. Sedangkan pada Hari Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur pintu dapat digunakan untuk akses masuk maupun keluar sepanjang jam operasional KRL.

Stasiun Bogor merupakan salah satu stasiun dengan volume pengguna KRL terbesar, baik saat ini di masa pandemi maupun sebelum pandemi. Pada Bulan November 2021, Stasiun Bogor melayani 634.763 pengguna atau rata-rata 21.159 pengguna setiap harinya. Sedangkan sebelum pandemi, pada Bulan Januari 2020, Stasiun Bogor melayani 1.374.989 pengguna atau rata-rata 44.354 pengguna per hari. Sementara itu secara keseluruhan di 80 stasiun KRL Jabodetabek, KAI Commuter melayani 413.337 pengguna setiap harinya.

Selain bentuk dukungan di atas, KAI Commuter juga tengah menyiapkan integrasi KMT dengan berbagai layanan transportasi publik di Kota Bogor. “Kami berharap nantinya pengguna KRL dapat langsung melanjutkan perjalanannya ke sejumlah tujuan di Kota Bogor naik transportasi publik cukup dengan menggunakan KMT,” ucap Roppiq.

“Kami berterima kasih atas kerja sama dan dukungan yang baik dari Pemerintah Kota Bogor serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kota Bogor. Selama pandemi Covid-19 Stasiun Bogor dapat terus melayani pengguna KRL dengan protokol kesehatan dan layanan yang terus dievaluasi bersama sehingga semakin hari dapat berjalan semakin baik. Semoga kehadiran kereta api yang telah hadir di Bogor sejak tahun 1881 dapat terus mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat dengan tetap mengutamakan kesehatan,” tutup Roppiq.