Dengan target pengguna KRL di Jabodetabek sebanyak 2 juta pengguna tiap harinya, mengharuskan KAI Commuter untuk terus meningkatkan pelayanan operasi perjalanan. Saat ini KAI Commuter memberikan kemudahan-kemudahan kepada para pengguna KRL dalam melakukan transaksi pembayaran tiket KRL.

Pertamakali KAI Commuter mengenalkan E-Ticketing atau sistem tiket elektronik pada 1 Juli 2013 dan sistem tarif progresif. Penerapan dua kebijakan ini menjadi tahap selanjutnya dalam modernisasi sistem pembayaran tiket KRL yang berlaku hingga sekarang.

Saat ini, tersedia banyak pilihan untuk pengguna dalam melakukan transaksi pembayaran tiket menggunakan KRL. Pengguna KRL dapat memilih dengan sistem pembayaran melalui Kartu Multi Trip (KMT), Uang Elektronik Bank, atau pembayaran lewat QR-Code. Pembayaran menggunakan KMT atau Uang Elektronik Bank yang bersistem saldo, pengguna hanya perlu melakukan isi ulang kartu.
Sedangkan pembayaran tiket KRL dengan QR dapat diakses melalui aplikasi Mitra yang telah bekerja sama dengan KAI Commuter. Sistem QR ini merupakan sistem pembayaran virtual dengan aplikasi yang mengeluarkan QR-Code yang akan digunakan pada saat gate in dan gate out di Stasiun.

Sebagai informasi, saat ini jumlah transaksi pembayaran tiket KRL oleh pengguna yang menggunakan KMT 63.60% dari seluruh transaksi. Sementara itu untuk transaksi Uang Elektronik Bank sebanyak 31.88% dan transaksi menggunakan QR Code sebanyak 1,54%.

Dengan kemudahan-kemudahan ini, para pengguna KRL dapat memilih dalam melakukan transaksi pembayaran tiket KRL. KAI Commuter terus berkomitmen untuk meningkatkan standar pelayanannya kepada seluruh pengguna KRL.

KAI Commuter juga terus mengimbau kepada seluruh pengguna KRL Jabodetabek untuk selalu patuhi protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan KRL dan ikuti arahan petugas di stasiun. Untuk bantuan informasi terkait perjalanan KRL bisa menghubungi layanan 24 jam Contact Center 021-121, atau mengakses aplikasi KRL Access serta layanan Media Sosial Twitter/Instagram @commuterline.