KAI Commuter tetap bekomitmen selama masa pandemi ini untuk selalu menciptakan transportasi KRL yang aman, nyaman dan sehat untuk seluruh para pengguna dan petugas KAI Commuter sendiri. KRL hadir sebagai layanan transportasi bagi masyarakat yang harus masih melakukan aktivistas dengan menggunakan transportasi KARL. Penerapan protokol kesehatan secara ketat dan pengadaan fasilitas pendukung protokol kesehatan di area stasiun juga telah dilakukan oleh KAI Commuter.

Salah satu upaya menciptakan transportasi KRL yang aman, nyaman dan sehat, KAI Commuter melakukan tes acak antigen kepada calon pengguna KRL selama tujuh hari mulai Senin – Minggu ini (21-27/6). Selama tujuh hari kegiatan tes tersebut, sebanyak 912 pengguna telah diperiksa dengan hasil 48 orang diantaranya reaktif. Untuk calon pengguna KRL yang hasilnya raktif tersebut dilarang untuk naik KRL dan selanjutnya datanya diserahkan kepada Puskesmas setempat untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

Sementara itu, KAI Commuter mencatat jumlah pengguna KRL hingga pukul 17:00 WIB sebanyak 139.528 orang. Angka tersebut turun 26% dibanding hari Minggu pekan lalu pada waktu yang sama yaitu sejumlah 187.454 orang. KAI Commuter berharap di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19 belakangan ini, masyarakat dapat beraktivitas dari rumah. Jika masih harus keluar rumah dan menggunakan transportasi publik, gunakan masker ganda dengan salah satunya adalah masker medis sesuai anjuran para dokter.

Seluruh aturan tambahan di dalam KRL selama masa pandemi juga tetap diberlakukan oleh KAI Commuter, antara lain larangan balita menggunakan KRL dan larangan untuk berbicara secara langsung maupun melalui sambungan telepon selama berada di dalam kereta. Sedangkan untuk pengguna KRL yang memasuki usia lanjut, hanya boleh menggunakan KRL di luar jam sibuk yaitu mulai pukul 10.00 WIB – 14.00 WIB. KAI Commuter juga menghimbau bagi para ibu hamil dan anak-anak usia di atas lima tahun yang akan menggunakan KRL untuk bisa menyesuaikan waktu dalam menggunakan KRL yaitu diluar jam sibuk, hal tersebut sebagai upaya mengurangi resiko penularan Covid-19.

Selain itu, sebagai antisipasi kepadatan baik di stasiun-stasiun transit maupun di dalam KRL, KAI Commuter juga tetap menjalankan 12 KA feeder setiap harinya dengan relasi Manggarai-Duri pp yang menghubungkan tiga stasiun transit dengan volume tinggi, yaitu Stasiun Manggarai, Tanah Abang, dan Stasiun Duri. Para petugas juga secara konsisten membersihkan rangkaian KRL saat beroperasi, melakukan pencucian saat KRL tidak beroperasi, dan penyemprotan disinfektan. KAI Commuter berkomitmen agar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan pengguna saat naik KRL tetap terjaga.

KAI Commuter berharap, dengan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Cocid-19 yang dilakukan semua ini dapat menekan angka penyebaran virus di transportasi publik dan menjamin kesehatan seluruh pengguna KRl dan para petugas di lapangan yang setiap hari melayani para pengguna KRL.