Masyarakat Jabodetabek kembali memanfaatkan KRL untuk beraktivitas terutama di hari kerja. Seperti pantauan pada awal pekan ini, Senin (25/10) seluruh pengguna KRL tampak tertib antre saat akan naik KRL. Bertepatan dengan aktivitas masyarakat yang bertahap kembali dibuka dan perluasan ruas jalan yang memberlakukan ganjil genap mulai hari ini, tercatat ada penambahan jumlah pengguna KRL.

Dari catatan KAI Commuter hingga pukul 08.00 WIB pagi ini ada 127.478 orang yang menggunakan KRL di seluruh stasiun. Angka ini bertambah sekitar 5% dibanding waktu yang sama pekan lalu yaitu 121.002 orang. Adapun stasiun yang mencatatkan kenaikan pengguna antara lain Stasiun Bogor 9.723 orang atau bertambah 4% dibanding waktu yang sama pekan lalu, Stasiun Bekasi (7.933 orang, naik 5%), Stasiun Depok (6.173 orang, naik 7%).

Saat ini KAI Commuter mengoperasikan 999 perjalanan KRL per hari mulai pukul 04.00-22.00 WIB. Pergerakan pengguna KRL masih terfokus di pukul 06.00-08.00 WIB pada pagi hari dan pukul 16.00-18.00 WIB pada sore hari. Diluar waktu tersebut, KRL masih tampak lebih lengang dan tidak ada penyekatan antrean.

KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL menggunakan masker ganda, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak. Calon pengguna KRL juga wajib menunjukan sertifikat vaksin baik secara fisik maupun digital kepada petugas. Pembatasan kapasitas pengguna KRL masih berlaku yaitu 32% sebagaimana aturan selama ini.

Aturan-aturan tambahan selama masa pandemi ini juga tetap berlaku di KRL. Seperti aturan untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di dalam kereta, hingga lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00 WIB atau di luar jam-jam sibuk, serta anak balita sementara dapat naik KRL hanya untuk keperluan medis yang ditunjukkan dengan surat-surat.

Pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access. Melalui perencanaan yang baik dan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang berlaku bisa menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi. Tentunya upaya tersebut memerlukan dukungan dari para pengguna agar tetap dapat beraktivitas kembali dengan sehat dan produktif.