Stasiun Tanah Abang sejak Sabtu siang (1/5) ramai didatangi para pengguna KRL musiman yang hendak menuju ke Pasar Tanah Abang. Hingga pukul 17.00 WIB tercatat 41.965 pengguna memanfaatkan jasa KRL Commuter Line dari Stasiun Tanah Abang. Jumlah ini meningkat 58% dibanding waktu yang sama pada Sabtu pekan lalu.

Secara keseluruhan jumlah pengguna KRL hingga pukul 17.00 WIB ini mencapai 297.206 pengguna atau naik 16% dibanding waktu yang sama pada Sabtu 24 April lalu. Selain Tanah Abang, stasiun yang juga mencatat penambahan jumlah pengguna antara lain Stasiun Tangerang (8.614 pengguna, naik 48% dibanding pekan lalu) dan Stasiun Cikarang (7.716 pengguna, naik 28%).

Di seluruh stasiun termasuk di Stasiun Tanah Abang, KAI Commuter tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Stasiun Tanah Abang dapat diakses dari pintu utara yang terhubung dengan area integrasi antarmoda dan pintu selatan yang terhubung langsung dengan area perdagangan di Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM). Antrean penyekatan pengguna terpantau berjalan di kedua akses pintu masuk tersebut. Sebagai alternatif, pengguna juga dapat menggunakan jasa KRL dari Stasiun Karet yang letaknya juga tidak jauh dari kawasan Pasar Tanah Abang.

Antrean penyekatan pengguna merupakan upaya untuk menjaga agar jumlah pengguna yang dapat naik ke dalam tiap kereta tidak melebihi ketentuan yaitu 74 pengguna per kereta. Pengguna juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh dan dihimbau mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik KRL. Frekuensi perjalanan KRL juga tetap dijaga dengan mengoperasikan 984 perjalanan KRL per harinya.

Ramainya pengguna di Stasiun Tanah Abang sangat berhubungan dengan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Pasar Tanah Abang yang hari ini juga dipenuhi pengunjung. KAI Commuter mendukung upaya pemerintah setempat untuk menertibkan kondisi kawasan Pasar Tanah Abang dan mengupayakan protokol kesehatan tetap terjaga. KAI Commuter juga berharap ada pengaturan lebih lanjut mengenai jam dan hari operasional kawasan Pasar Tanah Abang agar kegiatan masyarakat tidak terkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu.

KAI Commuter juga menghimbau masyarakat untuk menjauhi kerumunan di lokasi-lokasi yang kerap ramai pada akhir pekan menjelang hari raya idul fitri. Pada masa pengetatan mobilitas menjelang larangan mudik nanti, manfaatkan transportasi publik hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.