Layanan KRL sejak pagi hari awal minggu ini berjalan kondusif. Tren penambahan jumlah pengguna pada awal pekan juga berlanjut namun dengan pengaturan yang ada dan kesadaran dari para pengguna, kereta masih terisi sesuai jumlah yang diizinkan. Seluruh ketentuan mengenai batasan jumlah pengguna dan persyaratan dokumen perjalanan juga masih berlaku sesuai aturan dari pemerintah.

Sejalan dengan itu, KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengguna KRL juga diwajibkan menggunakan masker ganda dengan salah satunya adalah masker medis dilapis dengan masker kain sebagaimana yang direkomendasikan para dokter dan Kementerian Kesehatan, selalu menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik kereta. Menunjukan sertifikat vaksin sebelum naik KRL kepada petugas secara fisik (dicetak) maupun secara digital, atau melalui scan kode QR yang ada di stasiun dengan aplikasi PeduliLindungi. Scan kode QR juga dapat dilakukan melalui aplikasi lainnya yang sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Petugas di lapangan juga akan melakukan penyekatan jika kondisi di stasiun maupun di dalam KRL sudah sesuai kuota. Agar terhindar dari potensi antrean, pengguna dapat melihat informasi kepadatan di stasiun melalui aplikasi KRL Access atau menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk. KAI Commuter juga mengajak kepada seluruh pengguna KRL untuk selalu merencanakan perjalanannya di luar jam sibuk yaitu pada pukul 10.00 – 14.00 WIB, serta ikuti arahan dan petunjuk dari petugas khusunya di stasiun-stasiun transit.

Hingga pukul 08.00 WIB, pada Senin, (18/10) KAI Commuter mencatat pengguna KRL sejumlah 121.002 pengguna atau bertambah sekitar 4% dibanding pekan lalu di waktu yang sama atau sejumlah 115.594 pengguna. Adapun stasiun yang mengalami kenaikan pengguna antara lain Stasiun Bogor (9.333 pengguna, naik 16% dibanding pekan lalu waktu yang sama), Stasiun Cilebut (6.909 pengguna, naik 12%), dan Stasiun Depok Baru (5.779 pengguna, naik 9%).

Sebagai antisipasi tren volume pengguna KRL yang terus bertambah, KAI Commuter mengoperasikan 994 perjalanan KRL Jabodetabek setiap harinya dengan jam operasional dan pelayanan mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Mulai 13 September 2021, KAI Commuter menambahkan 2 perjalanan KRL menjadi 227 perjalanan pada Lintas Bogor – Jakarta Kota PP (Lin Central), dan menambahkan 3 perjalanan menjadi 196 perjalanan pada lintas Bogor/Depok/Nambo –Angke/Jatinegara (Lin Lingkar). KAI Commuter juga menambahkan 6 perjalanan pada lintas Bekasi/Cikarang – Jakarta Kota PP (Lin Bekasi) menjadi 193 perjalanan dari sebelumnya 187 perjalanan.

Pada lintas Rangkasbitung – Tanah Abang PP (Lin Rangkasbitung) KAI Commuter juga menambahkan 2 rangkaian KRL dengan jumlah 10 kereta dalam satu rangkaian (SF 10), karena telah dioperasikan jalur simpan KRL yang sebelumnya hanya 1 jalur menjadi 4 jalur simpan KRL.  Keberadaan jalur tersebut mampu mengoptimalkan KRL pemberangkatan dari Stasiun Rangkasbitung. Sebelum adanya jalur tersebut, KAI Commuter mengoperasikan 207 perjalanan di Lin Rangkasbitung sementara saat ini terdapat 210 perjalanan dan pada Gapeka 2021 diprogramkan hingga 237 perjalanan KRL.

KAI Commuter menghimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk tetap disiplin mnjalankan protokol kesehatan dan tertib saat antrean pada penyekatan pembatasan kuota. Berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan KAI Commuter ini adalah untuk menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi. Tentunya upaya tersebut memerlukan dukungan dari para pengguna agar tetap dapat beraktivitas kembali dengan sehat dan produktif.